MAKASSAR, LENSAMERDEKA.COM – Tokoh penting asal Sulawesi Selatan, Idrus Marham, memberikan pandangannya terkait calon ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS). Dalam kesempatan tersebut, Idrus menekankan pentingnya memiliki pemimpin yang kuat dan berkualitas untuk mengarahkan organisasi sosial kemasyarakatan ini ke arah yang lebih baik dan memberi manfaat bagi masyarakat Sulawesi Selatan di seluruh Indonesia.
Menurut Idrus, peran KKSS sangat signifikan dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat, namun hal ini hanya dapat tercapai jika organisasi ini dipimpin oleh sosok yang memiliki kemampuan dan kualitas kepemimpinan yang mumpuni.
“Kepemimpinan yang kuat akan memastikan KKSS bisa berperan aktif, memberikan cahaya bagi masyarakat Sulawesi Selatan,” ujarnya pada Kamis (3/4/2025).
Idrus juga menegaskan bahwa pemimpin KKSS tidak hanya perlu memiliki ketokohan, tetapi harus menunjukkan kemampuan intelektual dan menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Pemimpin KKSS harus bisa membuktikan dirinya dalam kehidupan nyata, bukan sekadar punya nama besar, tetapi juga punya karya nyata yang bisa menginspirasi dan memberikan contoh yang baik,” tegasnya.
Lebih lanjut, Idrus mengungkapkan bahwa KKSS membutuhkan sosok seperti Amran Sulaiman sebagai ketua. Ia menjelaskan bahwa Amran, yang kini menjabat sebagai Menteri Pertanian, memiliki kemampuan dan jaringan yang luas untuk memajukan organisasi tersebut.
“Amran Sulaiman adalah sosok yang cocok untuk memimpin KKSS. Dia punya pengalaman dan kapasitas yang diperlukan, serta memiliki pengaruh yang besar di tingkat nasional,” jelas Idrus.
Namun, Idrus juga mencatat bahwa keputusan untuk maju sebagai ketua tergantung pada kesediaan Amran sendiri. “Yang menjadi pertanyaan, apakah Amran bersedia? KKSS memang sangat membutuhkan sosok seperti Amran sebagai nakhoda yang bisa mengarahkan kapal ini menuju tujuan yang lebih baik,” tambahnya.
Idrus juga mengungkapkan bahwa banyak Ketua DPW KKSS yang menginginkan Amran Sulaiman untuk memimpin BPP KKSS, dan ia mempersilakan mereka untuk langsung menyampaikan hal tersebut kepada Amran. “Jika memang itu harapan mereka, mereka bisa langsung menghubungi Pak Amran,” ujarnya.
Sebagai informasi, KKSS adalah organisasi yang berbasis pada kedaerahan dan memiliki jaringan yang luas, tidak hanya di Indonesia tetapi juga hingga ke luar negeri. Organisasi ini akan mengadakan Musyawarah Besar (Mubes) yang akan diselenggarakan di Four Points by Sheraton Hotel, Makassar, pada 9-11 April 2025. Mubes ini juga akan dirangkaikan dengan Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM), sebuah pertemuan tahunan yang melibatkan berbagai anggota dan perwakilan dari seluruh daerah di Indonesia, bahkan luar negeri.
Mubes KKSS akan dihadiri oleh berbagai elemen organisasi, termasuk perwakilan wilayah provinsi, kabupaten/kota, serta badan otonom seperti IKAMI Sulsel, IWSS, dan Ammana Gappa. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah untuk memperkuat hubungan antar anggota dan memajukan organisasi KKSS di masa depan.
Pernyataan Idrus Marham mengenai pentingnya pemimpin yang memiliki kemampuan dan integritas dalam KKSS mencerminkan tantangan besar dalam mengelola organisasi berbasis kedaerahan yang memiliki jaringan luas di Indonesia dan luar negeri. Mencari pemimpin yang tepat, seperti yang diungkapkan Idrus, tidak hanya soal ketokohan, tetapi juga tentang kontribusi nyata terhadap masyarakat dan organisasi. Amran Sulaiman, yang dianggap cocok untuk memimpin KKSS, bukan hanya karena status politiknya, tetapi juga karena rekam jejaknya sebagai Menteri Pertanian yang telah dikenal luas dan memiliki dampak signifikan dalam dunia pertanian nasional.
Namun, keputusan untuk memilih Amran atau sosok lain sebagai pemimpin masih bergantung pada kesediaannya untuk memimpin organisasi tersebut. Ini menunjukkan bahwa dalam sebuah organisasi besar, terutama yang beranggotakan diaspora seperti KKSS, pemilihan pemimpin sangat bergantung pada kesiapan pribadi calon pemimpin dan keinginan anggota untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama.

Comment