MAKASSAR, LENSAMERDEKA.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Paotere Makassar memperpanjang peringatan dini gelombang tinggi di wilayah perairan Sulawesi Selatan hingga 21 November 2025. Peringatan ini dikeluarkan seiring meningkatnya potensi angin kencang dan gelombang akibat pembentukan bibit siklon tropis 97S.
Dalam keterangan resmi, BMKG menyebut bibit siklon 97S dengan tekanan 1002 hPa terdeteksi di Samudera Hindia selatan Laut Timor. Sistem ini memicu peningkatan kecepatan angin di perairan Sulsel dengan arah bertiup dari barat daya ke barat laut, berkisar 6–20 knot.
BMKG mencatat kecepatan angin maksimum berpotensi terjadi di perairan Pinrang, Jeneponto, Bulukumba, Sinjai, dan Luwu Utara.
Sementara itu, gelombang setinggi 1,25–2,5 meter berpeluang melanda beberapa area, yakni:
-
Perairan Pinrang
-
Perairan Kepulauan Taka Bonerate
-
Perairan Barru
Prakirawan BMKG, Dini Alfiaty Pertiwi, mengingatkan bahwa kondisi ini berisiko terhadap aktivitas pelayaran, khususnya kapal berukuran kecil.
Menurutnya, risiko bahaya meningkat untuk:
-
Perahu nelayan, bila angin mencapai 15 knot dan gelombang 1,25 meter
-
Kapal tongkang, bila angin mencapai 16 knot dan gelombang 1,5 meter
BMKG mengimbau masyarakat, terutama nelayan dan operator pelayaran, untuk selalu memperbarui informasi cuaca maritim dan mempertimbangkan kondisi sebelum melaut.
Comment