Gubernur Sulteng Bahas Investasi Berkelanjutan dengan Deutsche Bank

PALU, LENSAMERDEKA.COM – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., menggelar pertemuan dengan manajemen PT RMU dan perwakilan Deutsche Bank untuk membahas rencana investasi industri pengolahan sumber daya alam berbasis keberlanjutan di wilayah Sulawesi Tengah. Pertemuan tersebut berlangsung pada hari ini dan menjadi langkah awal dalam memastikan setiap investasi yang masuk memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa merusak lingkungan.

Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sangat terbuka terhadap investasi, namun dengan syarat adanya komitmen kuat terhadap perlindungan lingkungan. Ia menekankan bahwa model eksploitasi sumber daya alam tanpa tanggung jawab tidak lagi dapat diterima.

“Sulawesi Tengah terbuka bagi investasi yang menghormati lingkungan. Era eksploitasi tanpa tanggung jawab sudah selesai,” tegas Anwar Hafid.

Dalam pertemuan itu, ia menyampaikan bahwa setiap perusahaan yang ingin mengelola tambang harus memiliki mekanisme pemulihan ekosistem pasca-tambang. Komitmen tersebut dianggap penting untuk memastikan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat jangka panjang.

“Setiap pelaku usaha yang ingin mengelola tambang wajib memiliki komitmen dan mekanisme jelas untuk memulihkan ekosistem pasca tambang,” tambahnya.

Diskusi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, PT RMU, dan Deutsche Bank tersebut diharapkan menjadi langkah konkret dalam menghadirkan investasi hijau yang memberikan dampak ekonomi sekaligus menjaga kelestarian sumber daya alam daerah.

Comment