SOPPENG, LENSAMERDEKA.COM — Penyaluran bantuan pangan dari Bulog berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng di Kelurahan Tettikenrarae, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, diduga tidak tepat sasaran. Sejumlah warga mengeluhkan ketidaksesuaian data penerima saat pembagian bantuan pada Rabu (26/11/2025).
Dugaan ini mencuat karena data PBP DTSEN (Penerima Bantuan Pangan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional) dinilai tidak lagi akurat. Warga menilai pemerintah kelurahan perlu melakukan evaluasi menyeluruh, mengingat kondisi ekonomi masyarakat berubah setiap tahun.
Keluhan warga menunjukkan adanya penerima yang dinilai mampu secara ekonomi, sementara sebagian warga dengan kondisi ekonomi lebih lemah justru tak terdata. Hal tersebut dikhawatirkan memicu kecemburuan sosial.
Seorang warga berinisial AN mengaku kecewa karena tidak menerima bantuan, padahal ia merasa lebih layak dibanding beberapa penerima lain.
“Iye, saya kecewa sama data kelurahan. Saya tidak punya apa-apa, tidak terima bantuan. Sedangkan ada yang punya sawah malah dapat bantuan beras,” ungkap AN kepada media
Ketika dikonfirmasi mengenai dasar pendataan penerima, Plt. Lurah Tettikenrarae Andi Parenrengi hanya menjelaskan jenis bantuan yang disalurkan tanpa memerinci sumber data yang digunakan.
“Bantuan pangan dan bantuan langsung tunai sejahtera di kantor pos,” ujarnya singkat melalui pesan WhatsApp.
Sementara itu, Pimpinan Cabang Bulog Kabupaten Soppeng, Abd. Halim Sarro, menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan alokasi Oktober–November 2025 berdasarkan data PBP DTSEN Kemensos.
“Jumlah PBP Kabupaten Soppeng sebanyak 16.117 berdasarkan data PBP DTSEN Kemensos. Jenis bantuannya yaitu 4 liter minyak goreng dan 20 kg beras per PBP,” jelas Abd. Halim.
Warga berharap pemerintah kelurahan segera melakukan verifikasi dan pembaruan data PBP agar penyaluran bantuan berikutnya tepat sasaran serta tidak menimbulkan masalah sosial di kemudian hari.

Comment