Prabowo Bicara Soal ‘Tukang Kritik’, Said Didu Beri Peringatan

JAKARTA, LENSAMERDEKA.COM – Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik tajam terhadap kelompok yang kerap mencibir kebijakan pemerintah, termasuk pengadaan alutsista dan langkah percepatan penanganan bencana. Sindiran itu disampaikan dalam pidatonya pada HUT ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5/12/2025). Pernyataan Prabowo menegaskan bahwa banyak pihak lebih gemar mencari kesalahan daripada berkontribusi nyata bagi masyarakat.

Menurut Prabowo, kritik tanpa aksi tidak membawa manfaat bagi publik. Ia menilai sebagian pengkritik justru tidak mampu memberikan solusi konkret dalam pembangunan maupun pelayanan dasar negara.

Prabowo Singgung Pengkritik yang Dinilai Tidak Berbuat Nyata

“Ada orang-orang yang pintar bicara, ngejek, mencari kesalahan terus. Tapi tidak bisa membuat jembatan, tidak bisa menciptakan lapangan kerja, tidak bisa menjamin beras ada, tidak bisa menjamin elpiji ada, tidak bisa menjamin BBM ada,” kata Prabowo dalam pidatonya.

BACA JUGA :
Polemik Legalitas Pleno PBNU Memanas Jelang 9 Desember

Ucapan ini menegaskan sikapnya yang semakin vokal terhadap kritik yang dinilai tidak produktif. Prabowo kritik pengkritik pemerintah juga bukan kali pertama terjadi, karena beberapa kesempatan sebelumnya ia menyampaikan pesan serupa.

Said Didu: Pemerintah Memang Wajib Bekerja untuk Rakyat

Menanggapi pernyataan tersebut, mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu menyebut bahwa memang sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk bekerja maksimal bagi rakyat, terutama karena mereka digaji dari uang publik.

BACA JUGA :
Cak Imin Beberkan Rencana Besar Atasi Pengangguran Lulusan SMK

“Bapak Presiden yth, rakyat juga tahu pejabat siapa saja sebagai perusak negara yg digaji oleh rakyat tapi tetap dipertahankan,” tulis Said Didu melalui akun X, @msaid_didu.

Ia menegaskan bahwa rakyat memiliki hak penuh untuk menuntut kinerja pemerintah.

“Pemerintah memang tugasnya bekerja untuk rakyat krn digaji dari uang rakyat shg rakyat punya hak menuntut agar pemerintah bekerja maksimum,” tambahnya.

BACA JUGA :
Operasi Tanggap Darurat Nasional: Prabowo Perintahkan A400 Bawa Bantuan Prioritas untuk Ibu, Bayi, dan Lansia

Pernyataan Said Didu menjadi respons langsung atas kritik Prabowo, sekaligus menyoroti akuntabilitas pejabat publik yang dinilai tidak memenuhi standar kinerja.

Kritik-Prabowo dan Respons Publik Diprediksi Berlanjut

Pernyataan Presiden Prabowo diperkirakan kembali memicu diskusi luas, terutama terkait batas antara kritik konstruktif dan serangan politik. Sementara itu, komentar Said Didu menunjukkan bahwa dinamika hubungan pemerintah dan pengkritiknya tetap menjadi isu sensitif di ruang publik.

Comment