Gaji Rp25 Juta, Wabup Barru Tawarkan Pemuda Kerja ke Jepang

Wakil Bupati Barru Abustan A. Bintang menyampaikan peluang kerja Jepang kepada pemuda Barru

Wakil Bupati Barru Abustan A. Bintang menyampaikan peluang kerja Jepang kepada pemuda Barru

BARRU, LENSAMERDEKA.COMWakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., menyampaikan informasi peluang kerja ke Jepang bagi pemuda Kabupaten Barru sebagai salah satu solusi mengatasi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Informasi tersebut disampaikan langsung kepada warga saat menghadiri kegiatan penyaluran bantuan BAZNAS di Baruga Colliq Pujie, Desa Pancana, Kecamatan Tanete Rilau, Rabu (25/12/2025).

Program kerja ke luar negeri ini merupakan tindak lanjut arahan Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., setelah melakukan pertemuan dengan Brexa Indonesia, lembaga penyalur tenaga kerja internasional yang fokus pada penempatan tenaga kerja ke Jepang.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Barru menjelaskan bahwa peluang kerja ke Jepang bagi pemuda Barru terbuka bagi lulusan SMA atau sederajat dengan usia 18 hingga 25 tahun. Pemerintah daerah akan berperan aktif dalam memfasilitasi pendaftaran hingga proses pelatihan calon peserta.

BACA JUGA:
Pemkab Barru Salurkan Bantuan Korban Puting Beliung Pancana

Gaji Minimal Rp25 Juta dan Pelatihan Difasilitasi

Wabup Abustan menegaskan bahwa pemuda Barru yang berminat bekerja di Jepang dapat mendaftar melalui pemerintah daerah. Seluruh tahapan awal, mulai dari pelatihan bahasa, pembentukan kedisiplinan, hingga penguatan keterampilan kerja, akan difasilitasi secara terstruktur.

“Bagi anak-anak kita yang berminat bekerja di Jepang, silakan mendaftar melalui pemerintah daerah. Pelatihan bahasa, kedisiplinan, dan keterampilan akan difasilitasi,” ungkapnya.

BACA JUGA:
Pemuda Barru Siap Kerja di Jepang, Ini Langkah Pemkab

Ia menyebutkan, program ini menawarkan gaji minimal Rp25 juta per bulan. Dengan penghasilan tersebut, pemerintah daerah berharap para peserta mampu meningkatkan taraf hidup keluarga sekaligus berkontribusi terhadap perekonomian daerah saat kembali ke tanah air.

Pada kesempatan yang sama, Wabup Abustan juga membagikan testimoni pekerja Indonesia di Jepang yang berhasil menabung dalam jumlah besar setelah bekerja selama beberapa tahun.

“Daripada anak-anak kita menganggur di kampung atau bertani dan melaut yang hasilnya tidak menentu karena faktor cuaca, lebih baik kita latih mereka disiplin di Jepang. Di sana disiplinnya luar biasa, bahkan lebih Islami dari kita dalam hal ketaatan aturan,” tutur Wakil Bupati.

BACA JUGA:
Pidana Kerja Sosial Resmi Diterapkan di Kabupaten Barru

Menurutnya, pembentukan karakter disiplin dan etos kerja yang tinggi menjadi nilai tambah bagi generasi muda Barru yang mengikuti program ini. Pengalaman kerja di Jepang diharapkan dapat menjadi bekal berharga ketika peserta kembali dan berkontribusi di daerah.

Wabup Barru juga mengungkapkan rencananya untuk mengumpulkan para kepala desa se-Kabupaten Barru guna memperluas sosialisasi peluang kerja ke Jepang bagi pemuda Barru hingga ke tingkat desa. Langkah ini dinilai penting agar informasi tidak hanya terpusat di wilayah tertentu.

“Jangan sampai anak-anak kita menganggur, sementara peluang kerja terbuka dan bisa kita fasilitasi bersama,” ujarnya.

Selain menyampaikan peluang kerja, Wakil Bupati Barru mengajak masyarakat untuk terus bersyukur dan memanfaatkan setiap kesempatan yang ada secara bijak. Ia menekankan pentingnya dukungan semua pihak agar program ketenagakerjaan ini dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.

Pemerintah Kabupaten Barru berharap program kerja ke Jepang ini menjadi salah satu terobosan strategis dalam menciptakan sumber daya manusia unggul, berdaya saing global, serta mampu membawa dampak positif bagi pembangunan daerah di masa mendatang.

Comment