JAKARTA, LENSAMERDEKA.COM – Harga emas dunia mengalami koreksi tipis pada perdagangan Rabu setelah sempat menembus level psikologis penting USD 4.500 per ons. Penurunan ini terjadi seiring aksi ambil untung pelaku pasar, sementara harga perak dan platinum juga memangkas sebagian keuntungan usai mencetak rekor tertinggi.
Mengutip CNBC, Kamis (25/12/2025), harga emas di pasar spot turun 0,4 persen ke level USD 4.468,96 per ons. Padahal, pada awal sesi perdagangan, emas sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di USD 4.525,18 per ons. Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat melemah 0,2 persen ke posisi USD 4.497,90.
Analis Senior Kitco Metals Jim Wyckoff menilai pelemahan ini lebih bersifat teknikal. “Pasar emas sedang mengalami konsolidasi grafik dan aksi ambil untung ringan setelah mencapai rekor tertinggi,” ujarnya. Menurut Wyckoff, emas tetap berada dalam tren positif, terutama di tengah ekspektasi suku bunga rendah dan ketidakpastian global.
BACA JUGA:
Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Naik 23 Desember 2025
Harga Emas Dipengaruhi Suku Bunga dan Geopolitik
Dari sisi kebijakan moneter, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keinginannya agar Gubernur Federal Reserve berikutnya menurunkan suku bunga apabila kondisi pasar tetap stabil. Sepanjang tahun ini, bank sentral AS telah memangkas suku bunga sebanyak tiga kali, dan pasar memperkirakan dua pemangkasan tambahan pada tahun depan.
Kondisi tersebut memperkuat daya tarik harga emas sebagai aset lindung nilai (safe haven). Selain faktor moneter, ketegangan geopolitik juga ikut menopang harga logam mulia. Penjaga Pantai AS dilaporkan masih menunggu tambahan pasukan sebelum berupaya menaiki dan menyita kapal tanker minyak terkait Venezuela yang telah dikejar sejak Minggu lalu.
BACA JUGA:
Harga Emas Antam Hari Ini 22 Desember 2025 Sentuh Rp 2,5 Juta
Di sisi lain, harga perak sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di USD 72,70 per ons sebelum terkoreksi 0,8 persen ke level USD 70,86. Wyckoff menyebut indikator teknikal perak masih bullish dengan target kenaikan hingga USD 75 per ons pada akhir tahun.
Secara fundamental, harga perak telah melonjak sekitar 147 persen sejak awal tahun, jauh melampaui kenaikan harga emas yang tercatat lebih dari 70 persen pada periode yang sama. Lonjakan ini didorong oleh permintaan industri yang kuat dan pasokan yang relatif ketat.
Harga platinum juga mengalami pergerakan serupa. Logam ini sempat mencapai puncak USD 2.377,50 per ons sebelum turun 3,3 persen ke level USD 2.198,30. Sementara palladium terkoreksi lebih dalam, turun 9 persen ke USD 1.692,43 per ons setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi tiga tahun.
BACA JUGA:
Harga Emas Hari Ini 21 Desember Berpotensi Menguat
Platinum dan palladium, yang banyak digunakan dalam konverter katalitik otomotif, masing-masing telah naik sekitar 160 persen dan lebih dari 100 persen sejak awal tahun. Kenaikan tersebut dipicu oleh pasokan tambang yang ketat, ketidakpastian tarif global, serta pergeseran permintaan investasi dari emas ke logam mulia lainnya.
Sementara itu, lonjakan harga emas dunia juga berdampak ke pasar domestik. Per 24 Desember 2025, harga emas batangan Antam 1 gram tercatat Rp 2.590.000, atau Rp 2.596.475 setelah pajak PPh 0,25 persen. Namun, selisih harga jual dan buyback yang masih lebar membuat analis mengingatkan masyarakat agar tidak bersikap spekulatif.
Ekonom UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat menilai emas bukan instrumen untuk mencari untung cepat. “Keputusan emas tidak cocok memakai logika trading harian bagi kebanyakan rumah tangga,” ujarnya. Menurut dia, emas lebih tepat diposisikan sebagai instrumen perlindungan nilai jangka panjang.
Comment