Oleh: Sulhan
LENSAMERDEKA.COM – Indonesia memasuki tahun 2026 dengan optimisme ekonomi yang diproyeksikan tumbuh stabil di angka 5,0% hingga 5,4%. Sebagai kekuatan ekonomi ke-14 dunia, Indonesia harus berfokus pada pertumbuhan yang berkualitas, bukan sekadar angka, guna menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan menuju target jangka panjang, pemerintah perlu memprioritaskan tiga hal utama: penciptaan lapangan kerja secara masif, kebijakan fiskal yang adaptif, dan peningkatan daya saing global. Keunggulan demografis Indonesia harus dikelola dengan bijak agar menjadi kekuatan produktif bagi bangsa.
Ekonomi yang maju memerlukan dukungan sumber daya manusia yang unggul. Oleh karena itu, sistem pendidikan harus bertransformasi dari sekadar “pabrik ijazah” menjadi ekosistem yang membangun nalar kritis dan nilai moral. Pendidikan harus menjadi instrumen untuk menjaga jati diri bangsa di tengah disrupsi teknologi.
Pemanfaatan teknologi dalam birokrasi dan pemilu menawarkan transparansi, namun juga membawa risiko polarisasi dan hoaks. Untuk membangun kepercayaan publik, diperlukan penguatan payung hukum yang tegas serta edukasi digital agar masyarakat tidak mudah terpecah belah oleh informasi yang menyesatkan.
Kesuksesan tahun 2026 bergantung pada kemampuan Indonesia menyelaraskan pembangunan ekonomi dengan penguatan karakter manusia. Dengan sinergi antara ekonomi yang stabil, pendidikan yang membebaskan, dan demokrasi yang sehat, Indonesia optimis dapat melompat lebih jauh menuju cita-cita besar di masa depan.
Comment