MAKASSAR, LENSAMERDEKA.COM – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyatakan membuka pintu lebar bagi Rusdi Masse Mappasessu (RMS) di tengah menguatnya isu hengkangnya tokoh politik Sulawesi Selatan itu dari Partai NasDem. PSI menilai RMS memiliki kesamaan garis perjuangan dan strategi politik, terutama dalam pendekatan kemanusiaan yang menyentuh langsung masyarakat.
Sikap terbuka tersebut disampaikan Sekretaris DPW PSI Sulawesi Selatan, Indira Mulyasari Paramastuti. Ia menegaskan bahwa PSI siap menerima RMS maupun tokoh-tokoh Sulsel lainnya yang memiliki visi sejalan dengan semangat politik pelayanan yang diusung partai.
Menurut Indira, kesamaan visi tersebut terlihat dari pola kerja politik yang mengedepankan kehadiran langsung di tengah masyarakat, bukan sekadar aktivitas simbolik.
BACA JUGA:
Fenomena Politik Baru: RMS & Fatmawati di NasDem, Anak Mereka Bawa Bendera PSI
PSI Nilai Gaya Politik RMS Sejalan Pendekatan Kemanusiaan
Indira menjelaskan, sejumlah program sosial yang dijalankan PSI, seperti Jumat Berkah, mencerminkan strategi politik yang sejalan dengan gaya RMS. Program tersebut rutin digelar di berbagai kabupaten dan kota sebagai bentuk politik kemanusiaan yang berorientasi pada kebutuhan riil warga.
PSI memandang pendekatan tersebut sebagai bentuk politik substantif yang tidak hanya berorientasi pada elektoral, tetapi juga membangun kedekatan emosional dan kepercayaan publik.
Selain itu, Indira menilai kepiawaian politik RMS tidak hanya berhenti pada sosoknya secara personal, tetapi juga tercermin dalam lingkungan keluarganya. Putra sulung RMS, Muammar Ferirae Gandi Rusdi, saat ini menjabat sebagai Ketua PSI Sulsel. Sementara itu, istri RMS, Fatmawati Rusdi, yang kini menjabat Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, dikenal memiliki pendekatan politik serupa yang menekankan empati dan nilai kemanusiaan.
BACA JUGA:
Syaharuddin Alrif Bantah Isu Kepindahan RMS ke PSI, Sebut Tidak Valid
Menurut Indira, kesinambungan nilai politik tersebut menjadi salah satu faktor yang memperkuat penilaian PSI terhadap figur RMS.
Ia juga mengakui bahwa RMS merupakan salah satu tokoh yang dijadikannya panutan sejak lama. Baginya, RMS memiliki gaya berpolitik yang berbeda dari kebanyakan elite politik, dengan menjadikan kepedulian sosial sebagai fondasi utama dalam membangun pengaruh politik.
“Saya melihat beliau konsisten menghadirkan politik yang dekat dengan masyarakat, bukan politik yang berjarak,” ujar Indira.
BACA JUGA:
Optimisme 2026: Memperkuat Karakter Bangsa di Tengah Akselerasi Ekonomi dan Disrupsi Digital
Isu kepindahan RMS dari NasDem kembali menguat menjelang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI yang dijadwalkan berlangsung di Makassar. RMS bahkan disebut-sebut berpotensi diumumkan secara resmi bergabung dengan PSI dalam agenda nasional tersebut.
Namun hingga kini, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem masih memilih bersikap irit bicara dan menyatakan belum menerima informasi resmi terkait kabar kepindahan RMS.
Situasi ini menambah dinamika politik Sulawesi Selatan, sekaligus menegaskan bahwa pergeseran elite menjelang konsolidasi nasional partai-partai politik mulai menemukan momentumnya. Kehadiran figur berpengaruh seperti RMS dinilai dapat memberi dampak signifikan terhadap peta politik regional maupun nasional.
Comment