PANGKEP, LENSAMERDEKA.COM – Operasional SPPG Mappasaile di Kelurahan Mappasaile, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), resmi dihentikan sementara mulai 9 Februari 2026. Keputusan ini diambil setelah viralnya keluhan masyarakat terkait penggantian menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari nasi menjadi kentang di Instagram pada 7 Februari 2026.
Penutupan tersebut merupakan kewenangan Direktorat Pengawasan (Dirtawas) di tingkat pusat, bukan keputusan otoritas daerah. Hingga kini, belum ada kepastian kapan SPPG Mappasaile akan kembali beroperasi.
Kepala SPPG Mappasaile, Evi Irviyanti, membenarkan adanya penghentian sementara layanan. Namun, ia belum dapat memberikan penjelasan detail karena masih menyelesaikan laporan internal.
BACA JUGA:
Kecelakaan Diva Mara di Tol Jagorawi Diduga Microsleep
“Iya pak, saat ini saya masih sedang rapat daring. Nanti saya hubungi kembali karena ada laporan yang harus saya selesaikan terlebih dahulu. Untuk penutupan, kami sudah menyampaikan klarifikasi melalui video,” ujar Evi saat dikonfirmasi melalui telepon, Selasa (10/2/2026).
Penutupan Kewenangan Pusat
Serka Imran Usman, Tim Pengawas SPPG Kodim 1421/Pangkep, menjelaskan bahwa keputusan penghentian operasional sepenuhnya berada di tangan pihak pusat melalui Dirtawas.
“Untuk masalah ini, penghentian operasional merupakan wewenang Direktorat Pengawasan (Dirtawas). Keputusannya adalah penutupan sementara. Kemarin juga sudah dibuatkan video klarifikasi terkait informasi yang beredar,” kata Imran, Rabu (11/2/2026).
BACA JUGA:
Nelayan Hilang di Jeneponto Akhirnya Ditemukan Selamat
Ia menegaskan, penutupan SPPG Mappasaile berkaitan langsung dengan viralnya penggantian menu nasi menjadi kentang dalam program MBG. Informasi tersebut menyebar luas di media sosial dan memicu berbagai tanggapan dari masyarakat.
“Iya, berawal dari situ. Setelah viral, koordinator wilayah melaporkan ke pusat melalui grup, lalu pihak pusat langsung menghubungi SPPG untuk meminta klarifikasi,” jelasnya.
Menurut Imran, proses evaluasi kini masih berlangsung. Pihak daerah menunggu arahan lanjutan dari pusat terkait hasil klarifikasi dan langkah perbaikan yang harus dilakukan.
“Kami masih menunggu arahan lebih lanjut dari pusat. Penutupan sementara ini mulai diberlakukan sejak 9 Februari 2026,” tutupnya.
Respons Publik dan Konteks Program MBG
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan bagian dari kebijakan strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak sekolah dan kelompok rentan. Perubahan menu dalam program tersebut menjadi perhatian publik karena berkaitan langsung dengan standar gizi dan ekspektasi penerima manfaat.
Di Kabupaten Pangkep, pelaksanaan MBG melibatkan sejumlah satuan pelayanan, termasuk SPPG Mappasaile. Polemik menu ini menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap implementasi program, sekaligus menjadi bahan evaluasi agar standar pelayanan tetap sesuai ketentuan.
Sejumlah warganet sebelumnya mempertanyakan alasan penggantian nasi dengan kentang. Meski belum ada pernyataan resmi detail mengenai pertimbangan teknis perubahan menu, pihak pengelola telah merilis video klarifikasi sebagai bentuk tanggung jawab publik.
Penutupan sementara ini menjadi langkah pengawasan untuk memastikan pelaksanaan program MBG tetap sesuai prosedur dan standar yang ditetapkan pemerintah pusat.
Comment