BARRU, LENSAMERDEKA.COM – Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., menegaskan pentingnya perubahan pola pikir dan penguatan keterampilan bagi calon guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menghadapi era pendidikan digital. Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam kuliah umum di Aula STAI Al Gazali Barru, Rabu (11/02/2026).
Kegiatan bertema “Tuntutan Mindset dan Skill Calon Guru Pendidikan Agama Islam di Era Pendidikan Digital” tersebut diikuti ratusan mahasiswa. Forum ini menjadi ruang akademik untuk memperkuat kesiapan calon pendidik menghadapi tantangan transformasi digital di sektor pendidikan.
Menurut Abustan, pendidikan digital telah mengubah cara belajar, metode mengajar, hingga pola interaksi guru dan peserta didik. Karena itu, calon guru PAI tidak cukup hanya menguasai materi keagamaan, tetapi juga harus adaptif terhadap perkembangan teknologi.
BACA JUGA:
PGRI Kabupaten Barru Gelar Rapat Perdana Pengurus 2025–2030
Transformasi Digital Ubah Peran Guru PAI
Dalam paparannya, Abustan menekankan bahwa perubahan zaman menuntut kesiapan mental dan kompetensi yang lebih luas dari seorang pendidik.
“Calon guru PAI harus memiliki mindset terbuka, inovatif, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Penguasaan teknologi informasi, media digital, serta metode pembelajaran kreatif menjadi kebutuhan mutlak di era pendidikan digital saat ini,” ujar Dr. Abustan.
BACA JUGA:
Bupati Barru Beri Pesan Moral di Wisuda ITBA Al Gazali Barru
Ia menjelaskan, integrasi teknologi dalam pembelajaran tidak boleh menggeser nilai-nilai dasar pendidikan Islam. Justru sebaliknya, teknologi harus dimanfaatkan secara bijak untuk memperkuat pembentukan karakter, akhlak, dan etika peserta didik.
Menurutnya, guru PAI memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan pembinaan moral. Di tengah derasnya arus digitalisasi, guru agama dituntut menjadi figur teladan sekaligus fasilitator pembelajaran yang kreatif.
Konteks ini relevan dengan dinamika pendidikan di daerah, termasuk di Kabupaten Barru, yang terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan literasi digital di lingkungan sekolah dan perguruan tinggi.
BACA JUGA:
Wisuda XXVI Universitas Muhammadiyah Barru Dihadiri Pj Sekda
Kuliah umum berlangsung interaktif. Mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan seputar tantangan implementasi pendidikan digital, strategi pembelajaran berbasis teknologi, hingga kesiapan infrastruktur pendidikan di daerah.
Pihak kampus berharap kegiatan ini dapat memperkaya wawasan mahasiswa sekaligus memperkuat kompetensi mereka sebagai calon guru PAI yang profesional dan berdaya saing. STAI Al Gazali Barru menargetkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam keilmuan agama, tetapi juga siap menghadapi perubahan sistem pendidikan berbasis digital.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua STAI Al Gazali Barru Dr. Muhaemin, S.Sy., M.Sos., Ketua Pembina Yayasan H. Abdullah Rahim, BA, Ketua Yayasan Drs. H. Makmun Badaruddin, M.Si., Wakil Ketua I Muhammad Shaleh, S.Pd.I., M.Pd., Wakil Ketua III Drs. Sardiman Syarif, M.Pd., serta Ketua LPM Indris, S.Ag., M.Pd.
Di akhir acara, pihak kampus menyerahkan sertifikat penghargaan kepada Wakil Bupati Barru sebagai narasumber.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen STAI Al Gazali Barru dalam merespons perkembangan zaman dan memperkuat kualitas calon guru PAI di tengah transformasi pendidikan nasional menuju sistem berbasis digital.
Comment