BARRU, LENSAMERDEKA.COM – Satu tahun kepemimpinan Bupati Andi Ina Kartika Sari dan Wakil Bupati Abustan Andi Bintang, Pemerintah Kabupaten Barru mencatat 13 capaian strategis di berbagai sektor. Hasil tersebut meliputi pembangunan infrastruktur, peningkatan produksi pertanian dan perikanan, hingga penurunan angka kemiskinan dan pengangguran pada Semester I 2025.
Memasuki Jumat, 20 Februari 2026, duet Andi Ina–Abustan menegaskan komitmennya memperkuat pembangunan berbasis kolaborasi bersama DPRD, Forkopimda, dan masyarakat. Pendekatan ini disebut menjadi kunci percepatan program prioritas yang mulai dirasakan dampaknya oleh warga.
Capaian tersebut memperlihatkan arah pembangunan yang terukur, dengan fokus pada penguatan fondasi ekonomi daerah serta peningkatan kualitas layanan publik.
BACA JUGA:
Penguatan Birokrasi, Bupati Barru Lantik 153 ASN
Infrastruktur dan Produksi Pangan Meningkat
Di sektor infrastruktur, pembangunan jalan sepanjang 15 kilometer telah membuka akses antarwilayah dan memperlancar mobilitas distribusi hasil pertanian. Upaya ini diperkuat dengan dukungan Dana Inpres Jalan sebesar Rp50 miliar untuk percepatan pembangunan konektivitas.
Dampaknya terlihat pada sektor pertanian. Produksi padi di Barru meningkat 21,81 persen atau mencapai 139.484 ton Gabah Kering Giling (GKG). Kenaikan ini menjadi indikator positif bagi ketahanan pangan daerah sekaligus penggerak ekonomi masyarakat pedesaan.
Sektor kelautan juga menunjukkan tren serupa. Produksi perikanan melampaui target dengan capaian 27.410,47 ton. Pemerintah daerah turut mendorong produktivitas kawasan pesisir melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih yang difokuskan pada peningkatan kesejahteraan keluarga nelayan dan penataan wilayah pesisir.
BACA JUGA:
Entry Meeting LKPD 2025, Barru Perkuat Akuntabilitas
Penguatan ekonomi kerakyatan juga dilakukan lewat pelantikan pengurus Koperasi Merah Putih di 55 desa dan kelurahan. Koperasi ini diharapkan menjadi motor penggerak UMKM sekaligus memperluas akses permodalan masyarakat.
Selain itu, optimalisasi dana transfer pusat lebih dari Rp700 miliar menjadi penopang utama pembiayaan pembangunan daerah sepanjang tahun pertama pemerintahan.
Kemiskinan dan Pengangguran Menurun
Kolaborasi lintas sektor mulai berdampak pada indikator kesejahteraan. Angka kemiskinan di Barru turun dari 8,31 persen menjadi 8,00 persen. Sementara itu, tingkat pengangguran berkurang dari 6,42 persen menjadi 5,07 persen pada Semester I 2025.
Perbaikan tersebut menunjukkan stabilitas ekonomi daerah yang mulai menguat, seiring tumbuhnya aktivitas produktif di sektor pertanian, perikanan, dan UMKM.
Pendidikan dan Layanan Publik Menguat
Di bidang pendidikan, Pemkab Barru meluncurkan Program Sekolah Rakyat untuk memperluas akses belajar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini diposisikan sebagai investasi jangka panjang dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.
BACA JUGA:
Bupati Barru Puji Gagasan Wakil Bupati pada MTQ
Dari sisi pelayanan publik, Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) meningkat menjadi 86,31 dengan kategori Baik. Implementasi Universal Health Coverage (UHC) turut memperluas jaminan kesehatan bagi warga, memperkuat sistem perlindungan sosial daerah.
Dalam tata kelola pemerintahan, Barru meraih peringkat keempat di Sulawesi Selatan pada Survei Penilaian Integritas KPK dengan nilai 76 persen. Capaian ini menjadi indikator perbaikan sistem birokrasi dan transparansi.
Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menegaskan capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif.
“Ini bukan kerja pemerintah semata, tetapi kerja bersama DPRD, Forkopimda, dan masyarakat Barru. Dengan kebersamaan, kita optimistis Barru akan terus bergerak maju,” ujarnya.
Dengan fondasi yang dinilai semakin kuat, kepemimpinan Andi Ina–Abustan berkomitmen menjaga momentum pembangunan untuk mewujudkan Barru yang maju, berkeadilan, dan sejahtera.

Comment