PGRI Barru Matangkan Persiapan Porsenijar Sulsel 2026

MAKASSAR, LENSAMERDEKA.COM – Pengurus PGRI Kabupaten Barru memantapkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan 2026 yang akan digelar di Sidrap, Juli mendatang. Konsolidasi organisasi dilakukan melalui rapat koordinasi bersama pengurus kabupaten dan cabang se-Barru, Selasa (24/2/2026).

Agenda utama rapat membahas kesiapan teknis dan strategi menghadapi Porsenijar 2026 Sidrap, termasuk rencana pelaksanaan seleksi tingkat kabupaten pada April 2026 sebagai ajang penjaringan atlet dan seniman pelajar terbaik.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia Kabupaten Barru, Abdullah Tintjo, menegaskan bahwa momentum ini bukan sekadar kompetisi, tetapi bagian dari penguatan eksistensi organisasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia pendidikan di daerah.

BACA JUGA:
PGRI Kabupaten Barru Gelar Rapat Perdana Pengurus 2025–2030

Konferensi dan Penguatan Organisasi

Selain agenda Porsenijar, rapat juga menyepakati pelaksanaan konferensi cabang yang ditargetkan rampung selama Ramadan 1447 Hijriah. Setelah Idulfitri, konferensi tingkat ranting akan digelar untuk memperkuat struktur organisasi hingga ke level terbawah.

Hal itu disampaikan Abdullah saat berkunjung ke Sekretariat PGRI Provinsi Sulawesi Selatan di Makassar, Rabu (25/2/2026).

 

Dalam pertemuan tersebut, dibahas pula distribusi Majalah Suara PGRI kepada tujuh pengurus cabang dan 77 pengurus ranting di Barru.

“Suara PGRI ke depan diharapkan menjadi media edukasi dan pencerahan bagi anggota dalam menjalankan profesinya setiap hari,” ujarnya.

BACA JUGA:
Bupati Barru Buka Konferensi PGRI Barru Tahun 2025

Ia menambahkan, majalah tersebut memuat informasi regulasi Undang-Undang Guru, tugas pokok dan fungsi, jenjang karier, serta penguatan dan pengembangan profesi.

Bupati: PGRI Mitra Strategis Pemerintah Daerah

Dukungan terhadap PGRI Barru juga ditegaskan Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, dalam pembukaan Konferensi Kabupaten PGRI Barru sebelumnya.

BACA JUGA:
PGRI Barru Solid Tetapkan Abdullah Tintjo Secara Aklamasi

Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan prioritas utama pembangunan daerah dan guru adalah aktor utama dalam menciptakan sumber daya manusia berkualitas.

Menurutnya, PGRI bukan sekadar organisasi profesi, tetapi mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan manusia berkelanjutan.

Bupati juga menekankan bahwa tidak ada daerah yang benar-benar maju tanpa guru yang bermartabat, berdaya, dan sejahtera. Karena itu, transformasi PGRI diharapkan tidak hanya menyentuh struktur organisasi, tetapi juga cara berpikir, bekerja, dan melayani sesuai tuntutan zaman.

2.947 Anggota Terdata Digital

Di sisi lain, digitalisasi Kartu Tanda Anggota (KTA) berbasis Data Pokok Pendidikan (Dapodik) menunjukkan progres signifikan. Saat ini, sebanyak 2.947 anggota PGRI Barru telah terdata secara digital atau sekitar 51,4 persen dari total guru yang tercatat dalam Dapodik Kabupaten Barru.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan validitas data anggota sekaligus memperkuat basis organisasi dalam menyusun program kerja ke depan.

Dengan dukungan pemerintah daerah serta konsolidasi internal yang terus diperkuat, PGRI Barru optimistis mampu tampil maksimal pada Porsenijar 2026 Sidrap sekaligus berkontribusi dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Barru.

Comment