BARRU, LENSAMERDEKA.COM – Suasana kebersamaan dan kekhidmatan menyelimuti acara buka puasa bersama yang digelar Wakil Bupati Barru Abustan A. Bintang bersama Ketua TP PKK Kabupaten Barru, Andi Milawaty Abustan, di Rumah Jabatan Wakil Bupati, Jumat (6/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung pada hari ke-16 Ramadan 1447 Hijriah ini dihadiri Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, Ketua PMI Kabupaten Barru, mantan Wakil Bupati Drs. Andi Anwar Aksa, Ketua DPRD Barru, para staf ahli bupati, asisten Setda, pimpinan OPD, pemilik Zam-Zam Centre, tokoh masyarakat, serta ribuan warga dari berbagai elemen yang memadati lokasi acara.
Wakil Bupati Abustan dalam sambutannya mengajak seluruh hadirin untuk bersyukur atas kesehatan dan kesempatan menjalankan ibadah puasa hingga pertengahan Ramadan.
“Semoga hingga akhir Ramadan kita tetap diberikan kekuatan iman dan pada akhirnya menjadi insan yang fitri serta bertakwa,” ujarnya.
BACA JUGA:
Wakil Bupati Barru Abustan Hadiri Safari Ramadan Palanro
Mempererat Ukhuwah dan Silaturahmi
Abustan menekankan bahwa buka puasa bersama menjadi momen penting untuk memperkuat ukhuwah dan silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.
“Hari ini kita hadir untuk berbagi kebaikan dan pahala. Minimal kita dapat meningkatkan ukhuwah, yang mungkin selama ini jarang bertemu dan saling menyapa. Alhamdulillah sore ini kita bisa duduk bersama dan bertatap muka,” kata Abustan.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran para tamu undangan dan memohon maaf jika dalam penyambutan terdapat kekurangan. Menjelang akhir sambutan, Abustan mengajak hadirin untuk bersama-sama mendoakan orang tua dan mertuanya yang telah wafat.
BACA JUGA:
Bupati Barru Safari Ramadhan Kunjungi Masjid At-Tauhid Kupa
Tausiah Ramadan: Momen Mustajab Berdoa
Acara semakin bermakna dengan tausiah Ramadan yang disampaikan Prof. Dr. Nurhidayat Muhammad Said, M.Ag, Guru Besar Fakultas Dakwah UIN Alauddin Makassar. Ia mengingatkan pentingnya memanfaatkan waktu berbuka sebagai momen mustajab untuk berdoa.
“Seringkali kita hanya membaca doa berbuka puasa, padahal itu sebenarnya pernyataan, bukan doa. Setelah membatalkan puasa dengan seteguk air, barulah kita dianjurkan mengangkat tangan dan berdoa kepada Allah karena itulah waktu yang sangat mustajab,” jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk memanjatkan doa bagi keluarga, masyarakat, dan para pemimpin agar bisa menjalankan amanah dengan baik.
Acara buka puasa bersama ini berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, sekaligus menjadi ajang mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan warga Barru di bulan suci Ramadan.

Comment