BARRU, LENSAMERDEKA.COM – Hari terakhir Safari Ramadan 1447 H Pemerintah Kabupaten Barru, Wakil Bupati Barru Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., bersilaturahmi dengan jamaah Masjid Nurul Mu’minin di Dusun Bette, Desa Jangan-Jangan, Kecamatan Pujananting, Rabu malam (11/3/2026).
Kegiatan diawali dengan salat isya berjamaah, dilanjutkan penyerahan bantuan syiar Ramadan dari Pemerintah Kabupaten Barru kepada pengurus masjid. Kunjungan ini menjadi penutup rangkaian Safari Ramadan Barru 2026 yang dilaksanakan di berbagai kecamatan selama bulan suci.
BACA JUGA:
Bupati Barru Instruksikan Pembentukan Satgas Koperasi Desa Merah Putih
Safari Ramadan Barru Pererat Silaturahmi dan Sosialisasi Program
Dalam sambutannya, Wabup Abustan menegaskan bahwa Safari Ramadan Barru merupakan sarana mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat, sekaligus untuk melihat langsung kondisi warga di tingkat desa.
Ia menjelaskan bantuan operasional yang diserahkan merupakan bagian dari program pemerintah daerah yang didistribusikan kepada lebih dari 300 masjid di Kabupaten Barru selama Ramadan.
“Jangan dilihat dari nilainya, karena bantuan ini kami distribusikan kepada lebih dari 300 masjid di Kabupaten Barru sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kegiatan keagamaan,” ujarnya.
BACA JUGA:
Kapolres Barru Kawal Penyaluran 4.500 Paket Sembako Idul Fitri
Dalam kesempatan itu, Abustan juga mengungkapkan kekagumannya terhadap kekhusyukan ibadah jamaah di Masjid Nurul Mu’minin.
“Malam ini saya merasakan shalat begitu khusyuk, tidak ada bunyi-bunyi sama sekali. Ini pengalaman spiritual bahwa ada masjid di desa yang melaksanakan shalat luar biasa,” ujarnya.
Selain pesan keagamaan, Wabup juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan alam. Ia menyoroti potensi ekonomi Desa Jangan-Jangan yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi nanas terbesar di Kabupaten Barru.
Namun demikian, ia mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kelestarian lingkungan, khususnya dengan tidak menggunduli seluruh lahan perkebunan.
“Berdasarkan BMKG, Barru adalah kabupaten paling rawan banjir di Sulawesi Selatan. Hampir seluruh wilayah di sini sudah 100 hektar lebih ditanami nanas. Tapi persoalannya, jangan sampai ‘digunduli’ semua,” ujarnya.
BACA JUGA:
Pemkab Barru dan BAZNAS Bagikan 5.000 Paket Ramadan
Ia menyarankan agar sekitar 15 hingga 20 persen area puncak bukit tetap ditanami pohon besar untuk menjaga resapan air dan mencegah erosi.
“Jangan sampai kita menghasilkan uang besar—1 hektar nanas bisa Rp140 juta per tahun—tetapi mudaratnya lebih besar jika bencana datang,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Abustan juga mengajak masyarakat memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperbaiki hubungan sosial dan menjaga silaturahmi setelah dinamika politik yang terjadi pada tahun sebelumnya.
“Jangan sampai setelah Ramadan masih ada di antara kita yang bermusuhan. Mari kita perbaiki hubungan, saling mengenal, saling memahami, saling membantu, dan saling melindungi,” katanya.
Ia juga memaparkan sejumlah program pembangunan daerah, termasuk pengembangan kopi robusta Barru sebagai komoditas unggulan baru. Tahun ini pemerintah menargetkan penanaman kopi robusta seluas 1.000 hektare dengan potensi produksi hingga satu juta kilogram dalam beberapa tahun mendatang.
“Kalau program ini berkembang sampai 5.000 hektare pada 2029, potensi perputaran ekonomi dari kopi bisa mencapai sekitar Rp300 miliar yang dinikmati masyarakat,” ungkapnya.
BACA JUGA:
Bupati Barru Ajak ASN Jadikan Lahan Kantor Lebih Produktif
Untuk komoditas nanas, pemerintah mendorong hilirisasi agar tidak hanya dijual dalam bentuk mentah.
“Jangan hanya petik-jual, tapi petik-olah-jual. Bisa jadi selai, jus, bahkan kulitnya diolah jadi bokashi untuk pupuk,” jelasnya.
Selain itu, ia juga mengungkapkan program Sekolah Rakyat Barru, yakni pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dengan fasilitas lengkap, mulai dari makan lima kali sehari hingga perlengkapan belajar.
Di akhir sambutannya, Abustan meminta masyarakat mendoakan dirinya bersama Bupati Barru agar senantiasa diberi kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan amanah memimpin daerah.
“Kami mohon didoakan agar kami diberikan kesehatan, kekuatan, dan tetap rukun dalam menjalankan amanah memimpin Kabupaten Barru,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendoakan Kabupaten Barru agar terhindar dari bencana serta diberkahi kemajuan dan kesejahteraan.

Comment