Bupati Barru Silaturahmi ke Mantan Bupati Andi Muhammad Rum

“Bupati Barru melakukan silaturahmi dan sungkem kepada mantan Bupati Andi Muhammad Rum di Mangkoso saat Idulfitri.”

“Bupati Barru melakukan silaturahmi dan sungkem kepada mantan Bupati Andi Muhammad Rum di Mangkoso saat Idulfitri.”

BARRU, LENSAMERDEKA.COM – Momen Idulfitri Barru 2026 dimanfaatkan Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari bersama suaminya, Muhammad Yulianto Badwi, untuk bersilaturahmi ke kediaman mantan Bupati Barru, Andi Muhammad Rum, di Mangkoso, Sabtu (21/3/2026).

Kunjungan dalam rangka silaturahmi Idulfitri Barru tersebut berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, mencerminkan penghormatan kepada tokoh senior yang telah lama mengabdikan diri bagi daerah.

BACA JUGA:
Cerita Anak Bupati Barru Tentang Sosok Ibu di Rumah

Silaturahmi Idulfitri Pererat Hubungan Lintas Generasi

Dalam suasana lebaran yang akrab, Bupati Barru menunjukkan sikap takzim dengan menundukkan badan, lalu mencium tangan Andi Muhammad Rum dan istrinya, Hj. Andi Nurhudaya. Gestur tersebut menjadi simbol penghormatan dalam budaya Bugis-Makassar kepada orang yang lebih tua dan para pendahulu.

Andi Muhammad Rum dikenal sebagai pamong senior yang memiliki rekam jejak panjang di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barru. Setelah purna tugas sebagai aparatur sipil negara, ia melanjutkan pengabdian melalui jalur politik.

Ia pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Barru sebelum dipercaya memimpin Kabupaten Barru sebagai Bupati selama dua periode. Dalam kiprah politiknya, ia juga dikenal sebagai tokoh Partai Golkar, termasuk pernah memimpin DPD Partai Golkar Barru serta menjadi bagian dari kepengurusan di tingkat provinsi.

Sementara itu, istrinya, Hj. Andi Nurhudaya Aksa, juga memiliki perjalanan politik yang panjang. Ia pernah terpilih sebagai anggota DPRD Barru selama tiga periode, bahkan menjabat sebagai Ketua DPRD pada periode terakhir.

BACA JUGA:
Pemkab Barru Bentuk Forum Kepatuhan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Bagi Andi Ina, sosok Andi Muhammad Rum bukan sekadar tokoh daerah, melainkan juga sumber inspirasi dalam perjalanan kepemimpinannya. Pengalaman dan dedikasi panjang Bau Rum dinilai menjadi teladan bagi generasi pemimpin saat ini.

Momentum silaturahmi Idulfitri Barru ini pun dinilai lebih dari sekadar tradisi tahunan. Pertemuan tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus pengakuan atas kontribusi para pemimpin terdahulu dalam membangun daerah.

Dalam konteks budaya lokal, nilai-nilai seperti penghormatan kepada senior, menjaga silaturahmi, dan menjunjung keteladanan menjadi bagian penting dalam menjaga harmoni sosial.

Pertemuan dua generasi pemimpin ini juga mencerminkan kesinambungan kepemimpinan di Kabupaten Barru, di mana pengalaman masa lalu menjadi pijakan untuk melangkah ke masa depan.

Melalui momentum Idulfitri Barru 2026, nilai kebersamaan dan penghormatan diharapkan terus terjaga, menjadi fondasi dalam membangun daerah yang lebih maju dan harmonis.

Comment