BARRU, LENSAMERDEKA.COM – Pemerintah Kabupaten Barru menggelar rapat koordinasi dan mediasi terkait polemik Masjid Nurut Tajdid Barru yang sempat mencuat menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Rapat berlangsung di Ruang Data Kantor Bupati Barru, Rabu (25/3/2026).
Dalam mediasi tersebut, disepakati bahwa pelaksanaan ibadah di Masjid Nurut Tajdid Barru tetap berjalan seperti biasa guna menjaga kenyamanan dan ketertiban masyarakat.
BACA JUGA:
Bupati Barru Hadiri Halal Bihalal di Kediaman Jusuf Kalla
Mediasi Masjid Nurut Tajdid Barru Tekankan Toleransi
Rapat dipimpin Plh. Sekretaris Daerah Barru, Abubakar, dengan menghadirkan berbagai pihak terkait untuk mencari solusi yang menyejukkan dan menjaga kondusivitas daerah.
Plh. Sekda Barru mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkomitmen menahan diri serta menjaga situasi tetap aman.
“Semua pihak juga diimbau untuk menahan diri serta mengedepankan persatuan, kebersamaan, dan ukhuwah Islamiyah, khususnya dalam momentum pasca ramadhan dan Idulfitri”,harap Sekda.
Terkait polemik kepemilikan aset masjid, disepakati bahwa persoalan tersebut akan ditempuh melalui jalur hukum. Baik pengurus masjid maupun pihak Muhammadiyah dipersilakan mengajukan bukti melalui lembaga peradilan sesuai ketentuan yang berlaku.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Barru, Ahmad Jamaluddin, menegaskan bahwa isu yang menyebut Barru sebagai daerah intoleran tidak benar.
“Barru adalah daerah yang sangat toleran. Apa yang terjadi beberapa hari lalu hanyalah miskomunikasi dan kurangnya koordinasi di antara pihak-pihak terkait,” ujarnya.
BACA JUGA:
Pimpinan DDI Mangkoso Silaturahmi Bersama Bupati Barru Pasca Ramadan
Hal senada disampaikan Ketua Pengurus Masjid Nurut Tajdid BTN Pepabri, Suaib Arifin, yang mengajak semua pihak menjaga kebersamaan dan tidak memperbesar persoalan.
Sebelumnya, polemik muncul akibat perbedaan waktu pelaksanaan salat Idulfitri antara jamaah Muhammadiyah yang merencanakan salat pada Jumat (20/3/2026), dan jamaah lainnya yang melaksanakan pada Sabtu (21/3/2026) di lokasi yang sama.
Untuk mengantisipasi potensi gesekan, aparat pemerintah kecamatan bersama TNI-Polri sempat turun langsung ke lokasi guna mengamankan situasi.
Mediasi Masjid Nurut Tajdid Barru ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meredakan ketegangan sekaligus memperkuat semangat persaudaraan di tengah masyarakat.
Kehadiran unsur Forkopimda, tokoh agama, hingga aparat keamanan dalam rapat tersebut menunjukkan komitmen bersama menjaga stabilitas sosial, terutama dalam momentum keagamaan.
Pemerintah Kabupaten Barru juga menegaskan pentingnya menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dalam membangun toleransi dan keharmonisan kehidupan bermasyarakat.

Comment