BARRU, LENSAMERDEKA.COM – Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari menegaskan pentingnya perencanaan adaptif di tengah keterbatasan fiskal dalam Musrenbang RKPD Barru 2027, sekaligus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas utama daerah. Hal tersebut disampaikan dalam pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 di Baruga Pettu Adae, Kantor Bupati Barru, Selasa (31/3/2026).
Dalam forum strategis tersebut, Bupati mengungkapkan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Barru Tahun 2026 berada di kisaran Rp769 miliar. Namun, sekitar Rp133 miliar harus dikembalikan ke pemerintah pusat akibat kebijakan pengalihan anggaran.
Situasi ini membuat pemerintah daerah dituntut lebih selektif dalam menentukan prioritas program pada Musrenbang RKPD Barru 2027.
“Dengan keterbatasan anggaran ini, kita harus realistis. Tidak semua usulan bisa kita akomodir. Tapi kita tetap berjuang, termasuk mengoptimalkan dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat,” ujar Bupati.
BACA JUGA:
RLPPD Barru Ungkap Capaian Pembangunan Tahun 2025
Infrastruktur Jadi Prioritas Utama
Meski dihadapkan pada keterbatasan fiskal, Pemkab Barru tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan. Bupati mengungkapkan bahwa dari total sekitar 600 kilometer jalan kabupaten, tingkat kemantapan baru mencapai 30 persen.
“Kami tidak ingin lagi ada pekerjaan jalan yang cepat rusak. Anggaran yang besar harus menghasilkan kualitas yang bertahan lama. Ini yang terus kami awasi,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat, untuk turut mengawal pembangunan agar hasilnya berkelanjutan dan berdampak nyata.
Selain itu, Bupati meminta dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk menangani sejumlah ruas strategis yang menjadi kewenangan provinsi, seperti jalur Buludua–Soppeng, Takalasi–Baenange–Lawo, serta Nepo–Lejja.
“Kami berharap dukungan provinsi bisa maksimal, karena ada kewenangan yang tidak bisa ditangani oleh APBD kabupaten,” ujarnya.
BACA JUGA:
Generasi Barru Diharapkan Ambil Peran Dalam Pembangunan Berkelanjutan
Dorong Sinergi dan Arah Pembangunan Berkelanjutan
Bupati menegaskan bahwa Musrenbang RKPD Barru 2027 merupakan forum penting untuk menyatukan aspirasi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat dalam menyusun arah pembangunan yang tepat sasaran.
Ia berharap kolaborasi lintas sektor mampu memperkuat kebijakan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.
“Ini bukan tentang kita pribadi, tapi tentang bagaimana kita memberikan yang terbaik untuk daerah yang kita cintai bersama,” pungkasnya.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan melalui Asisten Administrasi Setda Provinsi Sulsel Muhammad Arafa menekankan bahwa penyusunan RKPD harus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, produktif, dan berkelanjutan.
BACA JUGA:
Bupati Barru Apresiasi Pembangunan Jembatan oleh Polda Sulsel
Ia juga menyoroti pentingnya keselarasan antara kebijakan pembangunan nasional, provinsi, dan daerah, serta optimalisasi potensi unggulan seperti pertanian, perikanan, industri pengolahan, pariwisata, dan UMKM.
Dalam rangkaian kegiatan, Pemkab Barru turut memberikan penghargaan kepada kecamatan, kelurahan, dan desa terbaik dalam penyelenggaraan Musrenbang 2026. Kecamatan Barru meraih peringkat pertama, disusul Kecamatan Soppeng Riaja dan Tanete Riaja.
Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada delapan inovator perangkat daerah yang berkontribusi terhadap capaian Indeks Inovasi Daerah 2025. Kabupaten Barru sendiri berhasil meraih predikat daerah inovatif dengan nilai indeks 59,28 dari Kementerian Dalam Negeri.
Pemerintah daerah juga menyerahkan penghargaan purna bakti kepada dr. Amis Arifai atas pengabdiannya sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barru.
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan berita acara hasil Musrenbang sebagai bentuk komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam mengawal pembangunan daerah yang partisipatif dan berkelanjutan.

Comment