BARRU, LENSAMERDEKA.COM – Pilkades Barru 2026 menjadi fokus perhatian Pemerintah Kabupaten Barru dengan memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan pelaksanaannya berjalan aman, tertib, dan demokratis. Upaya ini dilakukan menjelang pemilihan serentak di 12 desa yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Mei 2026.
Penguatan koordinasi Pilkades Barru 2026 tersebut mengemuka saat Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menerima audiensi Tim Subdit Politik Dit Intelkam Polda Sulawesi Selatan di Rumah Jabatan Bupati Barru, Kamis (9/4/2026).
BACA JUGA:
Pemkab Barru Perkuat Koordinasi Infrastruktur Bersama Kementerian PUPR
Deteksi Dini dan Pemetaan Kerawanan
Tim Subdit Politik Dit Intelkam Polda Sulsel yang dipimpin AKP Tumiar Butar Butar menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari koordinasi sekaligus pemantauan awal terhadap kesiapan pelaksanaan Pilkades.
Langkah tersebut juga bertujuan melakukan deteksi dini terhadap potensi kerawanan di lapangan sebagai bahan laporan untuk pengambilan kebijakan pengamanan.
Menanggapi hal itu, Bupati Barru menyambut baik sinergi tersebut sebagai bentuk dukungan dalam menjaga stabilitas keamanan selama tahapan Pilkades berlangsung.
BACA JUGA:
Polres Barru Gelar Rapat Koordinasi Pengamanan Idul Fitri 2025
Ia menegaskan bahwa kunci utama kondusivitas tidak hanya terletak pada kesiapan calon kepala desa, tetapi juga pada kesiapan masyarakat menerima hasil pemilihan.
“Calon itu pada dasarnya siap menang dan siap kalah. Tapi yang sering menjadi persoalan adalah masyarakat pendukung yang tidak siap menerima hasil. Ini yang harus kita edukasi,” tegasnya.
Edukasi Masyarakat dan Strategi Antisipasi
Bupati menekankan pentingnya sosialisasi secara masif hingga ke tingkat akar rumput. Ia mendorong keterlibatan tokoh agama, imam masjid, dan tokoh masyarakat untuk memberikan pemahaman kepada warga.
“Sosialisasi harus diperkuat. Sampaikan di masjid-masjid, libatkan imam dan tokoh masyarakat. Tekankan bahwa Pilkades ini adalah proses demokrasi yang harus diterima dengan keikhlasan,” ujarnya.
Berdasarkan pemetaan bersama aparat keamanan, terdapat empat desa yang masuk kategori rawan. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah bersama kepolisian.
Meski demikian, Bupati optimistis pelaksanaan Pilkades dapat berjalan lancar berkat langkah antisipatif yang telah disiapkan sejak dini.
BACA JUGA:
Memulai Agenda Pembangunan, Bupati Andi Ina Kartika Sari Adakan Rapat Koordinasi
Salah satu strategi yang diterapkan adalah seleksi bakal calon kepala desa melalui tes tertulis dan wawancara, khususnya bagi desa dengan jumlah calon lebih dari lima orang. Proses ini melibatkan pihak ketiga untuk menjamin objektivitas.
“Ini bukan sekadar formalitas. Kita ingin memastikan kepala desa ke depan memiliki kapasitas dan kompetensi, karena mereka adalah garda terdepan pelayanan masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, hasil tes juga akan menjadi acuan jika terjadi suara sama, sehingga potensi konflik dapat diminimalisir tanpa pemilihan ulang.
Dalam audiensi tersebut juga dibahas dinamika di lapangan, seperti adanya kandidat dari satu keluarga dan potensi calon tunggal di beberapa desa.
Bupati mengingatkan agar kondisi tersebut tidak dimanfaatkan untuk kepentingan yang dapat memicu konflik sosial.
“Kita tidak ingin masyarakat menjadi korban. Jangan sampai karena Pilkades, hubungan kekeluargaan rusak, rumah tangga terganggu, dan stabilitas desa ikut terganggu,” tegasnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pilkades Barru 2026 diharapkan dapat berlangsung aman, damai, serta menghasilkan pemimpin desa yang berkualitas dan diterima masyarakat.

Comment