BARRU, LENSAMERDEKA.COM – Pemerintah Kabupaten Barru resmi meluncurkan program DAUN HIJAU (Dedikasi ASN untuk Negeri Hijau), Rabu pagi (26/11/2025), di Halaman Kantor Dinas Kesehatan. Program ini menargetkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) menanam minimal satu pohon produktif untuk memperluas tutupan hijau di wilayah perkantoran dan permukiman.
Program inisiatif Sekretaris Dinas Kesehatan Barru, Dr. H. Muhammad Syukri, S.KM., M.Kes, sebelumnya Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup, lahir dari Project Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI yang berlangsung Agustus–Desember 2025.
Setiap ASN di Barru, yang jumlahnya lebih dari 4.000 orang, diwajibkan menanam pohon produktif seperti mangga, rambutan, manggis, alpukat, sirsak, dan kelor. Proyeksi awal, program ini akan menambah sekitar 4.000 pohon produktif baru, menyediakan ratusan ton buah dalam beberapa tahun ke depan, sekaligus menjadi langkah mitigasi perubahan iklim di tingkat lokal.
Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., menyambut positif gerakan ini.
“Gerakan ini mendorong kita semua untuk bergerak bersama, menjaga dan merawat lingkungan. Kalau setiap ASN menanam dan memelihara satu pohon produktif, maka Barru akan menjadi lebih hijau dan nyaman untuk generasi masa depan,” ujarnya.
Program ini juga selaras dengan visi Pemda Barru, Barru Hibridah—Hijau, Bersih, Asri, dan Indah, dan diperkuat dengan Surat Edaran Nomor 48 Tahun 2025 yang mewajibkan ASN menanam pohon di kantor, sekitar tempat tinggal, dan lokasi lain yang memungkinkan.
Dr. Muhammad Syukri menekankan nilai ganda program ini:
“Aksi ini bukan hanya penanaman, tetapi perubahan perilaku. Kami ingin ASN menjadi teladan masyarakat. Satu pohon yang ditanam hari ini akan menjadi sumber oksigen, pangan, dan kesejukan bagi generasi mendatang.”
Pemilihan pohon produktif sengaja dilakukan agar program ini tidak hanya menambah ruang hijau, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat. Program DAUN HIJAU dijadwalkan bersamaan dengan Hari Menanam Pohon Nasional pada 28 November, sebagai momentum edukasi dan penggerak partisipasi publik.
Pemerintah Kabupaten Barru menegaskan bahwa program ini tidak sekadar seremoni. Pemeliharaan, monitoring, dan komitmen berkelanjutan menjadi fokus utama, dengan tujuan membangun Barru yang teduh, produktif, dan berketahanan iklim.

Comment