JAKARTA, LENSAMERDEKA.COM – Harga emas hari ini Minggu, 21 Desember 2025, masih menunjukkan potensi penguatan di tengah tekanan geopolitik global dan dinamika nilai tukar. Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mencatat harga emas dunia ditutup di level USD 4.338 per troy ons pada Sabtu pagi, sementara harga logam mulia domestik berada di Rp 2.491.000.
Menurut Ibrahim, pergerakan emas sepanjang pekan ini cenderung fluktuatif dengan peluang koreksi maupun penguatan lanjutan, bergantung pada sentimen global dan arah kebijakan moneter Amerika Serikat.
Ia menjelaskan, apabila harga emas dunia mengalami koreksi dalam waktu dekat, level support pertama berada di USD 4.291 per troy ons. Pada level tersebut, harga logam mulia diperkirakan bergerak di kisaran Rp 2.475.000.
BACA JUGA:
Harga Kripto Hari Ini 20 Desember 2025: Bitcoin Stabil, Altcoin Tampil Beragam
Jika tekanan jual berlanjut hingga support kedua di USD 4.256, maka harga logam mulia berpotensi terkoreksi lebih dalam hingga menyentuh Rp 2.400.000. Kondisi ini dinilai masih wajar dalam fase konsolidasi pasar emas global.
“Untuk harga emas dunia di Sabtu pagi ditutup di USD 4.338, logam mulianya di Rp 2.491.000,” ujar Ibrahim dalam keterangan resmi, Minggu (21/12/2025).
BACA JUGA:
Harga Kripto 19 Desember 2025: Bitcoin Melemah, ETH Bertahan
Peluang Penguatan Harga Emas Pekan Ini
Di sisi lain, Ibrahim menilai peluang penguatan harga emas hari ini masih terbuka. Jika emas dunia mampu bergerak naik, level resisten pertama berada di USD 4.378 per troy ons. Penguatan ini berpotensi mendorong harga logam mulia domestik ke kisaran Rp 2.510.000 pada awal pekan.
Dalam skenario optimistis, emas dunia bahkan berpeluang naik hingga USD 4.415 per troy ons dalam satu minggu ke depan. Jika tercapai, harga logam mulia dalam negeri diperkirakan bisa menembus level Rp 2.600.000.
BACA JUGA:
Harga Bitcoin Hari Ini: BTC Bergerak Di Bawah US$90K
Ibrahim juga menyebutkan adanya peluang emas dunia melampaui rekor harga tertinggi pada Oktober lalu yang berada di USD 4.381 per troy ons. Menurutnya, sentimen global saat ini masih mendukung emas sebagai aset lindung nilai.
Sentimen Global dan Nilai Tukar
Pergerakan harga emas dunia, lanjut Ibrahim, turut dipengaruhi oleh dinamika indeks dolar Amerika Serikat yang ditutup di level 98,695 pada Sabtu pagi. Selain itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak di kisaran Rp 16.680 hingga Rp 16.820 pada pekan depan.
BACA JUGA:
Harga Emas Antam Naik Lagi Kamis 18 Desember, Cek Rinciannya!
Faktor lain yang menjadi perhatian adalah kebijakan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat, pernyataan para gubernur bank sentral dunia, serta ketidakpastian geopolitik global. Ketegangan di Timur Tengah, konflik Rusia dan Ukraina, serta dinamika kawasan Asia Timur dinilai masih menjadi pemicu volatilitas pasar.
“Yang mendongkrak harga emas dunia sebenarnya adalah Timur Tengah, perang antara Israel dan Iran,” kata Ibrahim.
Ia menambahkan, eskalasi konflik geopolitik tersebut berpotensi mendorong permintaan emas sebagai aset aman. Kondisi ini dinilai mampu menopang penguatan harga emas dunia hingga USD 4.415 per troy ons dalam pekan ini, seiring meningkatnya minat investor terhadap instrumen lindung nilai.

Comment