Momen Hari Ibu, 2.286 PPPK Paruh Waktu Barru Terima SK

Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari usai upacara Hari Ibu ke-97 sekaligus menyerahkan SK PPPK Paruh Waktu di Kantor Bupati Barru

Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari usai upacara Hari Ibu ke-97 sekaligus menyerahkan SK PPPK Paruh Waktu di Kantor Bupati Barru

BARRU, LENSAMERDEKA.COM – Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si memimpin upacara peringatan Hari Ibu ke-97 yang dirangkaikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu lingkup Pemerintah Kabupaten Barru. Kegiatan ini digelar di halaman Kantor Bupati Barru, Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Coppo, Kecamatan Barru, Sulawesi Selatan, Senin (29/12/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Barru menyerahkan SK kepada 2.286 PPPK Paruh Waktu, terdiri atas 485 tenaga guru, 496 tenaga kesehatan, dan 1.305 tenaga teknis. Dari jumlah itu, 725 orang berjenis kelamin laki-laki dan 1.561 orang perempuan. Penyerahan ini menjadi bagian dari langkah penataan tenaga non-ASN sekaligus penguatan layanan publik di daerah.

Upacara ini turut dihadiri Wakil Bupati Barru Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si, Pj Sekretaris Daerah Barru Abubakar, Ketua TP PKK Barru Andi Milawati, unsur Forkopimda, jajaran kepala OPD Pemkab Barru, serta para tamu undangan lainnya.

BACA JUGA:
Dua Puluh Tahun di Balik Lensa, Andriansyah Menunggu SK dengan Setia

Peringatan Hari Ibu dan Peran Strategis Perempuan

Dalam sambutannya, Bupati Barru membacakan pidato seragam Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Ibu bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi atas perjuangan panjang perempuan Indonesia.

“Pada hari ini kita bersama-sama memperingati hari ibu ke-97 yang merupakan sebuah momentum bersejarah yang lahir dari perjalanan panjang perjuangan perempuan Indonesia dalam memperjuangkan hak, kesetaraan dan kebebasan untuk bersama laki-laki dalam membangun bangsa,” ujar Andi Ina.

BACA JUGA:
Pemkab Barru Serahkan 154 Mesin Gerinda Pengrajin Batu

Menurutnya, Hari Ibu merupakan bentuk penghargaan negara terhadap kontribusi dan pengabdian perempuan dalam merebut serta mengisi kemerdekaan. Ia menekankan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam keluarga, masyarakat, hingga pembangunan nasional.

“Peringatan hari ibu ini merupakan wujud penghargaan bangsa Indonesi terhadap perjuangan dan pengabdian perempuan dalam merebut serta mengisi kemerdekaan,” katanya.

Bupati Barru juga mengulas sejarah Hari Ibu yang berakar dari Kongres Perempuan Indonesia pertama pada 1928 di Yogyakarta. Kongres tersebut menjadi tonggak lahirnya gerakan perempuan nasional yang memperjuangkan kesetaraan dan keadilan.

“Melalui kongres tersebut perempuan bersama menetapkan arah perjuangan. Komitmen para perempuan pejuang kala itu adalah mengantarkan Indonesia pada tonggak penting yang kemudian ditetapkan sebagai hari ibu,” tandasnya.

BACA JUGA:
Bupati Barru Beri Pesan Moral di Wisuda ITBA Al Gazali Barru

Ia menambahkan, perempuan Indonesia telah menjadi agen perubahan yang terus menggerakkan inovasi, memperjuangkan keadilan, serta menguatkan nilai kemanusiaan, meski masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan akses dan kekerasan berbasis gender.

Tahun 2025, Kementerian PPPA RI mengusung tema Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045, yang dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong kesetaraan dan pemberdayaan perempuan.

Penyerahan SK PPPK Paruh Waktu

Pada momentum yang sama, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari menyampaikan sambutan khusus terkait penyerahan SK PPPK Paruh Waktu. Ia mengucapkan selamat kepada seluruh penerima yang resmi diangkat sebagai bagian dari ASN Pemkab Barru.

“Pengadaan PPPK Paruh Waktu dilaksanakan dalam rangka penyelesaian penataan pegawai non ASN. Kemudian pemenuhan kebutihan ASN, dan juga memperjelas status non ASN untuk mengisi jabatan ASN,” paparnya.

Ia menegaskan bahwa kebijakan ini juga bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik agar lebih profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen mengangkat PPPK Paruh Waktu dari tenaga non-ASN yang memenuhi persyaratan.

“Selain itu untuk peningkatan kualitas pelayanan publik untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan pelayanan masyarakat. Saya bersama Wakil Bupati Barru berkomitmen mengangkat PPPK Paru Waktu dari tenaga non ASN yang memenuhi syarat,” jelasnya.

BACA JUGA:
Kampung Nelayan Merah Putih Dorong Kesejahteraan Nelayan Barru

Bupati Barru berharap seluruh PPPK Paruh Waktu dapat bekerja dengan integritas, profesionalisme, serta mematuhi norma dan peraturan yang berlaku. Ia juga meminta para pegawai segera berkoordinasi dengan pimpinan unit kerja masing-masing.

“Dan juga agar segera berkonsukidasi internal dengan pimpinan unit kerja penempatan, serta mampu bergerak dengan cepat berdasarkan tugas dan fungsinya untuk menyelesaikan permasalahan dan target kinerja yang telah ditetapkan,” tambahnya.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya kolaborasi antarpegawai guna mendukung visi-misi daerah sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kabupaten Barru 2025–2029, yakni mewujudkan masyarakat Barru yang berkeadilan, maju, dan sejahtera.

“Insyaallah kami akan membawa masyarakat Kabupaten Barru maju berkelanjutan, dan Insyaallah kami akan membawa masyarakat Kabupaten Barru sejahtra lebih cepat,” tutupnya.

Comment