Malam Keakraban Napak Tilas 2025 Hidupkan Semangat Perjuangan

Peserta Napak Tilas Perjuangan Garongkong–Paccekke 2025 berkumpul di Monumen Nasional Perjuangan Kemerdekaan RI Paccekke pada malam keakraban bersama Pemkab Barru.

BARRU, LENSAMERDEKA.COMNapak Tilas Perjuangan Garongkong–Paccekke 2025 menjadi momentum refleksi sejarah lokal di Kabupaten Barru. Pemerintah daerah menggelar Malam Keakraban Napak Tilas 2025 di Monumen Nasional Perjuangan Kemerdekaan RI, Desa Paccekke, Kecamatan Soppeng Riaja, Sabtu malam (29/11), sebagai ajang memperkuat nasionalisme generasi muda melalui jejak perjuangan para pejuang kemerdekaan.

Kegiatan ini dihadiri Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, Wakil Bupati Abustan A. Bintang, Kaajendam XIV/Hasanuddin Kolonel C.A.J. Febrianto, serta Andi Ilhamsyah Mattalatta, putra Mayor Jenderal (Purn) H. Andi Mattalatta. Sejumlah tokoh daerah, Forkopimda, pimpinan OPD, camat, lurah, perbankan, organisasi masyarakat, hingga peserta napak tilas juga memadati area monumen.

Penegasan Sejarah Perjuangan

Dalam sambutannya, Andi Ilhamsyah Mattalatta menekankan bahwa Napak Tilas bukan perayaan rutin belaka, melainkan ruang mengenang perjuangan ayahnya dan para pejuang lainnya. Ia mengingat kembali peristiwa 28 Desember 1946, ketika rombongan Andi Mattalatta mendarat di Garongkong dan berjalan menuju Paccekke meski wilayah itu dijaga ketat tentara KNIL/NICA.

BACA JUGA :
Napak Tilas Perjuangan 2025 Barru Hidupkan Sejarah TNI

“Kegiatan ini adalah bentuk penghargaan kita kepada para pejuang yang telah menghadirkan republik ini. Mereka berkorban, merdeka atau mati, dan memberikan yang terbaik bagi bangsa. Generasi muda harus menjaga dan meneruskan nilai-nilai itu,” ujarnya.

Hubungan Historis Barru dengan TNI

Wakil Bupati Barru menjelaskan bahwa Barru memiliki hubungan sejarah yang erat dengan TNI, terutama melalui Konferensi Paccekke. Pada momen itu, Panglima Besar Jenderal Soedirman memberikan mandat kepada Andi Mattalatta untuk membentuk TNI di Sulawesi—titik penting kelahiran kekuatan militer nasional di Kawasan Timur Indonesia.

BACA JUGA :
Karier Militer Andi Mattalatta dan Dedikasinya Pada Olahraga

Ia menambahkan, Desa Paccekke kini berkembang sebagai desa wisata sejarah dengan monumen perjuangan dan bentang alam hutan hijau sebagai daya tarik wisatawan. Pemerintah berharap Napak Tilas dapat dikembangkan lebih besar dengan melibatkan jajaran TNI secara lebih luas.

Penyerahan Buku dan Penghargaan Peserta

Pada malam keakraban ini, diserahkan pula buku otobiografi Mayor Jenderal (Purn) H. Andi Mattalatta berjudul “Meniti Siri dan Harga Diri” kepada Kaajendam XIV Hasanuddin, Bupati Barru, dan Wakil Bupati Barru.

Selain itu, panitia mengumumkan para pemenang Napak Tilas Perjuangan Garongkong–Paccekke 2025:

  1. Runner Kariango – Juara 1

  2. Kostrad Kariango – Juara 2

  3. UMI Makassar – Juara 3

  4. Desa Balusu Satu – Juara 4

  5. Desa Ajakkang – Juara 5

Sebagai bentuk kepedulian, Pemkab Barru turut membagikan 80 paket sembako kepada warga kurang mampu di Desa Paccekke.

BACA JUGA :
Tactical Wall Game Pastikan Keamanan Napak Tilas Pacekke

Napak Tilas Perjuangan Garongkong–Paccekke 2025 menjadi agenda tahunan yang bertujuan menghidupkan nilai kebangsaan, kedisiplinan, pelestarian budaya, serta kecintaan terhadap sejarah lokal. Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk memahami peran Barru dalam perjalanan sejarah Indonesia.

Comment