LENSAMERDEKA.COM – Penggemar masakan pedas mendapat kabar baik. Selain menambah selera makan, cabai ternyata memiliki manfaat penting bagi kesehatan, khususnya untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Temuan ilmiah ini membuka wawasan baru bagi masyarakat yang selama ini menikmati makanan pedas hanya karena sensasi “nagih”-nya.
Banyak orang merasa makan tidak lengkap tanpa sambal, meski harga cabai kerap meroket. Sensasi pedas bukan hanya memberi kenikmatan, tetapi juga membawa manfaat kesehatan. Penelitian terbaru bahkan mengungkap bahwa cabai mampu menurunkan tekanan darah melalui salah satu kandungan aktifnya.
Khasiat Cabai Menurut Penelitian
Riset dari Third Military Medical University menemukan bahwa capsaicin—senyawa utama pemberi rasa pedas—berperan penting dalam proses pelebaran pembuluh darah. Senyawa bernama lengkap 8-methyl-N-vanillyl-6-nonenamide ini mampu membuat pembuluh darah lebih rileks sehingga aliran darah menjadi lebih lancar.
Dalam percobaan laboratorium, peneliti memberikan capsaicin kepada tikus hipertensi dan memantau perubahan tekanan darahnya dari waktu ke waktu. Hasilnya, terjadi penurunan tekanan darah secara bertahap. Penelitian yang dipublikasikan di Cell Metabolism Journal itu menunjukkan bahwa capsaicin menstimulasi peningkatan oksida nitrat, molekul gas yang berfungsi melindungi pembuluh darah dari peradangan.
BACA JUGA:
Daun Kunyit: Si Hijau Aromatik yang Kaya Manfaat Kesehatan
Menurut peneliti, oksida nitrat membantu mempertahankan elastisitas pembuluh darah, menjadikannya lebih fleksibel dan tidak mudah mengalami penyempitan. Efek ini sangat berkaitan dengan pencegahan hipertensi dan penyakit kardiovaskular lainnya.
BACA JUGA:
Manfaat Daun Kenikir untuk Pria Tingkatkan Stamina Alami
Meski demikian, para ilmuwan menegaskan perlunya studi lanjutan untuk menentukan takaran konsumsi cabai yang ideal per hari untuk memperoleh manfaat terapi tersebut. Hingga kini, belum ada standar resmi mengenai jumlah cabai yang aman dan efektif untuk menurunkan tekanan darah.
Di sisi lain, hipertensi sering dijuluki silent killer karena tak menunjukkan gejala jelas sebelum memicu komplikasi serius seperti stroke, serangan jantung, dan gangguan ginjal. Penyakit jantung sendiri telah menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia, sehingga pencegahan dini sangat penting.
BACA JUGA:
Ketiak Sensitif? Perhatikan Bahan Aktif Deodoran
Bagi pencinta pedas, kabar ini tentu menjadi dorongan positif. Menikmati sambal pedas secara bijak tidak hanya membuat makan lebih lahap, tetapi juga berpotensi memberi efek baik bagi kesehatan pembuluh darah. Namun, tetap disarankan untuk memperhatikan kondisi tubuh masing-masing dan berkonsultasi dengan tenaga medis bila memiliki riwayat penyakit tertentu.
Pada akhirnya, menikmati masakan pedas bukan sekadar soal sensasi, tetapi juga bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat—asal dikonsumsi dengan proporsi yang tepat.
Comment