BANDA ACEH, LENSAMERDEKA.COM – Jumlah korban tewas akibat banjir dan tanah longsor Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus meningkat. Berdasarkan data terbaru BNPB per Sabtu (6/12/2025) pukul 20.45 WIB, sedikitnya 914 orang meninggal dunia, sementara 389 warga masih dinyatakan hilang.
Data tersebut menunjukkan bahwa bencana hidrometeorologi besar ini menjadi salah satu yang paling mematikan di Sumatera dalam beberapa tahun terakhir. Selain korban tewas dan hilang, sekitar 4.200 warga mengalami luka-luka, sebagian masih dirawat di rumah sakit daerah maupun fasilitas kesehatan darurat.
Bencana banjir dan tanah longsor Aceh menjadi salah satu yang paling parah, dengan ribuan rumah rusak dan infrastruktur lumpuh. Banyak daerah terisolasi sehingga proses evakuasi dan pencarian korban berlangsung lambat. Pemerintah daerah serta TNI–Polri masih terus membuka akses jalan dan menyalurkan bantuan logistik.
Sebaran Korban di Tiga Provinsi
BNPB merilis rincian jumlah korban sebagai berikut:
Aceh
Meninggal: 359 orang
Hilang: 94 orang
Terluka: 3.500 orang
BACA JUGA :
Status Bencana Nasional Dianggap Kunci Percepatan Pemulihan Aceh
Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan korban luka terbanyak. Kondisi medan yang berat serta banyaknya desa di lereng bukit menyebabkan risiko longsor lebih tinggi. Pemerintah provinsi juga telah meminta bantuan tambahan tenaga medis, termasuk dokter spesialis dari berbagai daerah seperti Jawa Timur yang menyatakan siap mengirimkan timnya.
Sumatera Barat
Meninggal: 226 orang
Hilang: 213 orang
Terluka: 112 orang
Wilayah ini mengalami kerusakan parah pada jaringan listrik dan akses transportasi. Meski demikian, PLN memastikan sistem kelistrikan sudah pulih 100 persen, sehingga memudahkan proses evakuasi lanjutan dan distribusi bantuan.
BACA JUGA :
Presiden Putin Kirim Belasungkawa Atas Bencana Banjir Sumatera
Sumatera Utara
Meninggal: 329 orang
Hilang: 82 orang
Terluka: 647 orang
Di Sumut, banjir bandang disebut datang tiba-tiba setelah hujan ekstrem yang berlangsung lebih dari 10 jam. Banyak warga tidak sempat menyelamatkan diri, terutama di kawasan bantaran sungai dan permukiman padat.
BACA JUGA :
Bulukumba Dikepung Bencana Hidrometeorologi, Warga Bersiap Mengungsi
Upaya Penanganan dan Tantangan di Lapangan
BNPB, Basarnas, dan berbagai relawan terus memperluas pencarian korban hilang. Namun, evakuasi terkendala akses yang rusak dan cuaca yang masih tidak menentu. Pemerintah pusat telah menginstruksikan peningkatan distribusi logistik, terutama makanan siap saji, tenda, dan kebutuhan kesehatan dasar.
Pengamat kebencanaan menilai, tingginya kerusakan di tiga provinsi menunjukkan perlunya penguatan mitigasi risiko di kawasan rawan. Edukasi masyarakat, peringatan dini, serta peningkatan tata ruang dianggap menjadi langkah penting untuk meminimalkan korban pada kejadian serupa di masa depan.

Comment