Tanaman Hias Cantik Ini Ternyata Mengandung Racun Mematikan

Tanaman hias Dieffenbachia amoena dengan daun hijau besar yang memiliki kandungan racun berbahaya.

Tanaman hias Dieffenbachia amoena dengan daun hijau besar yang memiliki kandungan racun berbahaya.

LENSAMERDEKA.COM Banyak orang mengira tanaman hias aman dan tidak menimbulkan efek buruk. Padahal sejumlah tanaman hias memiliki kandungan racun berbahaya, termasuk Dieffenbachia amoena, yang sering ditemukan di rumah, kantor, hingga sekolah. Tanaman ini dikenal dengan berbagai nama seperti beras wutah, sri rejeki, dumb cane, hingga pisang tanah.

Tanaman dengan tampilan daun yang indah ini dapat memicu reaksi keracunan serius, bahkan disebut dapat menyebabkan kematian dalam waktu sangat cepat—sekitar 1 menit pada anak-anak dan 15 menit pada orang dewasa.

Tanaman Hias Beracun yang Perlu Diwaspadai

Dieffenbachia amoena berasal dari kawasan tropis Afrika seperti Kenya, Rwanda, dan Uganda. Iklim yang mirip dengan Indonesia membuat tanaman ini mudah tumbuh dan cepat menyebar di berbagai daerah. Meski tampak cantik dan sering dijadikan hiasan ruangan, tanaman ini sebaiknya ditempatkan jauh dari jangkauan anak-anak.

BACA JUGA
Khasiat Cabai Terbukti Bantu Turunkan Tekanan Darah Tinggi

Bagi sebagian kolektor tanaman hias, tanaman yang mirip Aglonema ini memang memiliki nilai estetika yang tinggi. Tidak ada yang salah menjadikannya koleksi, asal penempatannya tepat—misalnya di luar ruangan dan tidak berada di area bermain anak.

Bahaya utama tanaman ini muncul ketika daun atau batangnya digigit, dikunyah, atau termakan secara tidak sengaja. Orang tua disarankan memakai sarung tangan atau mencuci tangan setelah menyentuh tanaman tersebut untuk mengurangi risiko paparan racun.

BACA JUGA :
Riset Baru Ungkap Manfaat Kopi yang Belum Banyak Diketahui

Anak-anak, khususnya balita, menjadi kelompok paling rentan karena kebiasaannya memasukkan benda ke mulut. Karena itu, tanaman ini sebaiknya tidak disimpan di dalam rumah atau area yang mudah dijangkau anak.

Sebagai langkah pencegahan, penting untuk mengenali ciri fisik Dieffenbachia amoena. Tanaman ini sering ditemui di pekarangan, area semak, hingga lapangan bermain—tempat yang mungkin dilalui anak-anak.

Gejala Keracunan Dieffenbachia

Reaksi racun biasanya muncul saat seseorang menggigit atau mengunyah daun yang berwarna hijau besar dan menarik perhatian. Gejala awal ditandai dengan pembengkakan lidah, lalu menjalar ke mulut dan tenggorokan.

BACA JUGA :
Manfaat Daun Kenikir untuk Pria Tingkatkan Stamina Alami

Dampak serius terjadi ketika racun mulai memengaruhi tenggorokan dan paru-paru, menyebabkan kesulitan bernapas. Kondisi ini dapat berkembang cepat ke situasi kritis hingga menyebabkan kematian karena kekurangan oksigen.

Pada orang dewasa, kondisi fatal dapat terjadi hanya dalam waktu sekitar 15 menit. Pada anak-anak, perkembangan gejalanya jauh lebih cepat—bahkan bisa mencapai kondisi kritis dalam waktu sekitar 1 menit.

Selain daun, getah tanaman juga berbahaya. Paparan getah pada mata dapat menyebabkan kebutaan sementara atau permanen. Hal ini karena getah mengandung kristal oksalat yang menyerupai jarum-jarum kecil tajam ketika dilihat secara mikroskopis.

BACA JUGA:
Bahaya Vape Terungkap: Nikotin Lebih Tinggi dari Rokok

Menariknya, racun dari tanaman ini terkadang digunakan untuk pengobatan tradisional atau campuran bahan makanan tertentu, namun hanya boleh dilakukan oleh ahli karena risiko yang sangat tinggi.

Dengan persebarannya yang luas, masyarakat perlu lebih waspada. Jika sering menemukan tanaman ini di sekitar rumah, pastikan untuk mengelolanya dengan aman agar anak-anak tidak terpapar risiko berbahaya.

Comment