Harga Kripto 19 Desember 2025: Bitcoin Melemah, ETH Bertahan

Harga Kripto Hari Ini 19 Desember 2025

Harga Kripto Hari Ini 19 Desember 2025

JAKARTA, LENSAMERDEKA.COMHarga Bitcoin dan harga kripto teratas lainnya bergerak seragam pada perdagangan Jumat (19/12/2025) pagi. Mayoritas aset kripto berkapitalisasi besar terpantau melemah dan masih bertahan di zona merah, seiring tekanan jual yang belum sepenuhnya mereda menjelang akhir tahun.

Berdasarkan data CoinMarketCap pukul 08.00 WIB, harga Bitcoin kembali terkoreksi dan mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar. Bitcoin (BTC) turun 0,70 persen dalam 24 jam terakhir dan melemah 7,04 persen dalam sepekan. Saat ini, BTC diperdagangkan di level USD 85.334 per koin atau setara Rp 1,425 miliar dengan asumsi kurs Rp 16.655 per dolar AS.

Pelemahan tidak hanya terjadi pada Bitcoin. Sejumlah altcoin papan atas juga mengalami koreksi dengan persentase yang relatif seragam, mencerminkan tekanan pasar kripto secara keseluruhan.

BACA JUGA: Harga Bitcoin Hari Ini: BTC Bergerak Di Bawah US$90K

Pasar Kripto Tertekan, Altcoin Ikut Melemah

Ethereum (ETH) menjadi salah satu kripto yang mampu bertahan meski pergerakannya sangat terbatas. ETH tercatat naik tipis 0,06 persen dalam sehari terakhir, namun masih terkoreksi cukup dalam secara mingguan sebesar 11,68 persen. Saat ini, ETH berada di kisaran harga Rp 47,202 juta per koin.

Sementara itu, Binance Coin (BNB) masih berada di jalur pelemahan. Dalam 24 jam terakhir, BNB turun 1,50 persen dan terkoreksi 5,99 persen sepanjang sepekan. Harga BNB kini berada di level Rp 13,837 juta per koin.

Tekanan jual juga membayangi Cardano (ADA). Aset kripto ini melemah 4,12 persen dalam sehari dan turun 16,71 persen dalam sepekan. Harga ADA saat ini berada di kisaran Rp 5.820 per koin.

BACA JUGA : Harga Emas Antam Naik Lagi Kamis 18 Desember, Cek Rinciannya!

Solana (SOL) kembali mengalami koreksi lanjutan. SOL tercatat turun 3,93 persen dalam 24 jam terakhir dan melemah 13,05 persen dalam sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level Rp 1,972 juta per koin.

XRP pun belum lepas dari tekanan pasar. XRP turun 3,90 persen dalam sehari terakhir dan melemah 11,73 persen secara mingguan. Dengan kondisi tersebut, XRP kini diperdagangkan di level Rp 29.786 per koin.

Koin meme Dogecoin (DOGE) turut mencatatkan pelemahan. DOGE turun 3,17 persen dalam satu hari terakhir dan melemah 12,68 persen dalam sepekan. Harga DOGE saat ini berada di kisaran Rp 2.031 per token.

BACA JUGA : Harga Emas Antam 11 Desember Menguat, Ini Daftar Lengkapnya

Di tengah volatilitas tersebut, stablecoin Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) terpantau stabil. Kedua aset ini tetap diperdagangkan di level USD 1,00 dan masing-masing mencatat kenaikan tipis 0,11 persen dan 0,14 persen.

Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar kripto global hari ini berada di level USD 2,88 triliun atau setara Rp 48.060 triliun, melemah sekitar 1,13 persen dalam 24 jam terakhir. Kondisi ini menunjukkan pasar masih berada dalam fase konsolidasi dengan tekanan jual yang dominan.

Harga Bitcoin Loyo, Area Ini Jadi Perhatian Pelaku Pasar

Harga Bitcoin Hari Ini 19 Desember 2025
Harga Bitcoin Hari Ini 19 Desember 2025

Pergerakan harga Bitcoin kembali menjadi sorotan menjelang akhir tahun 2025 setelah BTC mencatat koreksi mingguan sebesar 6,48 persen. Tekanan jual yang meningkat memicu ketidakpastian di pasar, sehingga pelaku pasar kini mencermati level teknikal penting, arus dana ETF, serta faktor makroekonomi global.

Pada 15 Desember 2025, tekanan jual meningkat signifikan dan memicu likuidasi posisi long senilai sekitar USD 200 juta hanya dalam waktu satu jam. Kondisi ini mendorong harga Bitcoin menembus level support USD 87.000 dan sempat menyentuh area USD 85.000. Meski demikian, setelah koreksi tajam tersebut, BTC mulai menunjukkan tanda stabilisasi dan kini bergerak di kisaran USD 86.000.

Meski terjadi pemantulan harga, tekanan dari pihak bearish masih terbilang dominan. Namun, volume jual yang relatif rendah mengindikasikan bahwa penurunan ini lebih menyerupai koreksi sehat dibandingkan awal dari pembalikan tren besar.

Arus ETF Tertekan, Akumulasi Korporasi Berlanjut

Dari sisi fundamental, investor institusional tercatat menarik dana dari spot Bitcoin ETF dalam beberapa hari terakhir. Namun, di sisi lain, akumulasi Bitcoin oleh korporasi masih terus berlangsung dan menjadi penopang optimisme jangka panjang terhadap aset kripto terbesar tersebut.

Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menilai kondisi ini mencerminkan perbedaan pandangan antara investor jangka pendek dan jangka panjang.

BACA JUGA: Emas Antam 1 Gram Naik Tipis Jadi Rp2.416.000

“Penarikan dana dari ETF mencerminkan sikap hati-hati investor institusional terhadap kondisi makro saat ini. Namun, berlanjutnya akumulasi oleh korporasi menandakan bahwa kepercayaan terhadap fundamental Bitcoin sebagai aset lindung nilai jangka panjang masih cukup kuat,” kata dia seperti dikutip dari keterangan resmi, Kamis (18/12/2025).

Secara teknikal, Fyqieh menyebut area USD 88.000–USD 89.000 sebagai zona krusial yang perlu diperhatikan pelaku pasar. Jika BTC mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan lanjutan menuju kisaran USD 90.000 hingga USD 95.000 masih terbuka.

“Penembusan di atas USD 95.000 dinilai dapat mengembalikan sentimen bullish dan membuka peluang uji ulang level psikologis USD 100.000 sebelum akhir tahun,” ujar Fyqieh.

Dalam jangka pendek, pergerakan harga Bitcoin diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh sentimen global, kebijakan moneter bank sentral, serta dinamika pasar ETF. Pelaku pasar diimbau tetap mencermati manajemen risiko di tengah volatilitas yang masih tinggi.

Comment