BPS Ungkap Sebaran Banjir di Sulsel 2023–2024

Ilustrasi Banjir Sulsel

Ilustrasi Banjir Sulsel

MAKASSAR, LENSAMERDEKA.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan mencatat sebanyak 608 desa dan kelurahan terdampak banjir di Sulsel selama periode Januari 2023 hingga April 2024. Bencana hidrometeorologi tersebut tersebar di 24 kabupaten/kota dan menunjukkan tingginya kerentanan wilayah Sulsel terhadap banjir.

Data resmi BPS Sulsel menunjukkan Kabupaten Luwu Utara menjadi daerah dengan jumlah desa terdampak banjir terbanyak, yakni mencapai 74 desa/kelurahan. Angka ini menempatkan Luwu Utara sebagai wilayah paling rentan banjir di Sulsel dalam kurun waktu tersebut.

Setelah Luwu Utara, Kabupaten Luwu tercatat memiliki 60 desa/kelurahan terdampak banjir. Sementara Kabupaten Wajo dan Kota Makassar masing-masing mencatat 54 desa/kelurahan terdampak.

BACA JUGA:
Tragis, Kakak Beradik Lansia Tewas Tersengat Listrik

Sebaran Wilayah Terdampak Banjir di Sulsel

BPS Sulsel menjelaskan bahwa banjir terjadi hampir merata, baik di wilayah pesisir, dataran rendah, hingga kawasan perkotaan. Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) mencatat 41 desa terdampak, disusul Maros dengan 40 desa, Pinrang 31 desa, Bone dan Sidenreng Rappang masing-masing 29 desa, serta Luwu Timur sebanyak 28 desa.

Kabupaten Barru tercatat memiliki 22 desa/kelurahan terdampak banjir. Selanjutnya Takalar 21 desa, Soppeng 19 desa, Jeneponto dan Tana Toraja masing-masing 16 desa, serta Enrekang 14 desa.

Wilayah kepulauan dan perkotaan juga tak luput dari dampak banjir. Kepulauan Selayar mencatat 11 desa terdampak, Palopo 10 desa, Bulukumba dan Toraja Utara masing-masing 9 desa, Gowa 8 desa, Parepare 6 desa, Sinjai 5 desa, dan Bantaeng menjadi yang paling sedikit dengan 2 desa terdampak.

BACA JUGA:
Tim Kemanusiaan Pemkab Barru Salurkan Bantuan Korban Bencana Aceh

BPS Sulsel menekankan bahwa data ini menjadi sinyal penting bagi seluruh pemangku kepentingan. “Data ini menjadi pengingat penting bagi kita semua untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan menjaga kelestarian lingkungan demi meminimalisir risiko bencana di masa depan,” tulis BPS Sulsel dalam situs resminya.

Tingginya angka banjir di Sulsel juga sejalan dengan peringatan cuaca ekstrem dari BMKG Sulsel dan imbauan kesiapsiagaan dari BPBD Sulsel, terutama pada musim hujan dan masa peralihan cuaca. Faktor alih fungsi lahan, sistem drainase yang belum optimal, serta curah hujan tinggi diduga turut memperparah dampak banjir di sejumlah daerah.

Dengan ratusan desa yang terdampak, pemerintah daerah didorong memperkuat mitigasi bencana, mulai dari penataan ruang, penguatan tanggul dan drainase, hingga edukasi kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan banjir.

Comment