MAKASSAR, LENSAMERDEKA.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG Sulsel) mengeluarkan peringatan dini cuaca dan iklim untuk wilayah Provinsi Sulawesi Selatan pada Dasarian II Januari 2026 atau periode 11–20 Januari 2026. Peringatan ini dikeluarkan menyusul masih dominannya musim hujan yang berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah.
Dalam peringatan tersebut, BMKG menyebut hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpeluang terjadi di hampir seluruh wilayah Sulsel. Kondisi ini meningkatkan risiko banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga angin kencang, terutama di daerah rawan bencana.
Berdasarkan surat resmi Balai Besar BMKG Wilayah IV Makassar tertanggal 10 Januari 2026, hingga Dasarian III Desember 2025 sebanyak 19 zona musim di Sulawesi Selatan telah memasuki musim hujan. Situasi ini dipengaruhi oleh fenomena La Nina lemah yang diprakirakan masih bertahan hingga awal 2026, sementara Indian Ocean Dipole (IOD) berada pada fase netral.
BACA JUGA:
Cuaca Sulsel Didominasi Hujan Sepekan, BMKG Ingatkan Waspada
Daftar Wilayah Rawan dan Status Peringatan
BMKG memetakan potensi hujan sedang hingga lebat pada periode Dasarian II Januari 2026 di sejumlah kabupaten dan kota. Wilayah yang masuk dalam kategori rawan meliputi Kabupaten Barru, Gowa, Maros, Pangkep, Takalar, Jeneponto, Bone, Sinjai, Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur, serta Kota Makassar dan sekitarnya.
Dalam Peringatan Dini Curah Hujan Tinggi (PDCHT), BMKG menetapkan status waspada hingga awas di beberapa daerah. Kabupaten Barru, misalnya, masuk kategori siaga hingga awas di sejumlah kecamatan, antara lain Tanete Riaja, Tanete Rilau, Balusu, dan Pujananting. Kondisi serupa juga terjadi di sebagian wilayah Gowa, Maros, Pangkep, dan Takalar.
BMKG menilai intensitas hujan yang tinggi dalam durasi relatif lama berpotensi memicu bencana lanjutan, khususnya di wilayah dengan topografi berbukit, daerah aliran sungai, serta kawasan pesisir. Oleh karena itu, kewaspadaan dini menjadi kunci untuk menekan risiko kerugian.
BACA JUGA:
BMKG Rilis Peringatan Dini Daerah Berisiko Banjir dan Longsor di Sulsel
Sebagai langkah mitigasi, BMKG merekomendasikan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk memastikan kesiapan infrastruktur pengendali banjir dan sistem peringatan dini di tingkat lokal. Masyarakat yang bermukim di bantaran sungai, lereng perbukitan, dan wilayah rawan longsor diminta lebih waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem.
Warga juga diimbau untuk tidak mengabaikan tanda-tanda alam seperti hujan lebat berkepanjangan, angin kencang mendadak, atau kenaikan debit air sungai. Langkah antisipatif dinilai penting mengingat puncak musim hujan masih berpotensi berlangsung dalam beberapa pekan ke depan.
BMKG mengingatkan masyarakat agar terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG maupun kantor unit pelaksana teknis terdekat. Informasi yang akurat dan cepat diharapkan dapat membantu masyarakat mengambil keputusan tepat guna meminimalkan risiko dan dampak bencana.
Comment