Gubernur Sulsel Kantongi Daftar 551 Calon Kepsek, Evaluasi Ketat Sebelum Dikirim ke BKN

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman memberikan keterangan terkait evaluasi 551 nama calon kepala sekolah sebelum dikirim ke BKN.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman memberikan keterangan terkait evaluasi 551 nama calon kepala sekolah sebelum dikirim ke BKN.

MAKASSAR, LENSAMERDEKA.COM – Proses penentuan Calon Kepala Sekolah (Kepsek) di Sulawesi Selatan kini memasuki tahap krusial. Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengungkapkan bahwa daftar nama calon Kepsek telah berada di tangannya untuk dilakukan evaluasi menyeluruh sebelum diajukan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Pernyataan itu disampaikan Andi Sudirman usai membuka kegiatan penyelesaian administrasi sapi kurban Presiden di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Kamis (21/5/2026). Ia menegaskan bahwa seluruh nama masih dalam tahap penilaian sebagai bagian dari fungsi dirinya sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).

“Sudah dipegang (nama-namanya), yang mau dicoret juga sudah dipegang, tapi belum tahu mana yang akan dicoret,” ujar Andi Sudirman.

Menurutnya, proses evaluasi dilakukan secara hati-hati untuk memastikan figur yang terpilih benar-benar memenuhi standar kompetensi dan kelayakan sebagai kepala sekolah di Sulawesi Selatan.

Evaluasi Ketat Sebelum Dikirim ke BKN

Andi Sudirman menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan peninjauan terhadap hasil seleksi yang telah berjalan sepanjang tahun 2025. Evaluasi tersebut menjadi dasar penting sebelum daftar final calon kepala sekolah dikirim ke BKN untuk proses administrasi lanjutan.

“Kita evaluasi dulu, kita evaluasi dulu. Kita mengevaluasi hasil 2025 dan nanti, apakah layak atau tidak,” terangnya.

Proses seleksi calon kepala sekolah di Sulsel sendiri telah melalui sejumlah tahapan, mulai dari pendaftaran hingga rangkaian tes seleksi yang ketat. Dari proses tersebut, sebanyak 551 nama telah mengerucut sebagai kandidat yang dinilai memenuhi syarat awal.

Dari jumlah tersebut, hanya 114 posisi kepala sekolah yang akan diisi, terutama untuk sekolah-sekolah yang saat ini masih dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) atau yang masa jabatannya telah berakhir.

Proses ini menjadi perhatian karena menyangkut keberlangsungan manajemen pendidikan di tingkat satuan pendidikan, yang berperan langsung dalam peningkatan mutu sekolah di Sulawesi Selatan.

Sebelumnya, ratusan guru dan calon kepala sekolah telah mengikuti berbagai tahapan seleksi yang disiapkan pemerintah provinsi. Mekanisme tersebut dirancang untuk menjaring figur-figur yang tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga memiliki kapasitas kepemimpinan di lingkungan pendidikan.

Kebijakan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam memperkuat tata kelola pendidikan, khususnya dalam penempatan kepala sekolah yang dinilai strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

Dengan proses evaluasi yang masih berlangsung, publik kini menunggu siapa saja nama-nama yang akan lolos seleksi akhir dan ditetapkan sebagai kepala sekolah definitif di berbagai wilayah Sulawesi Selatan.

Comment