Cekcok Rumah Tangga, Ibu Nyaris Buang Anak di Makassar

Cekcok Rumah Tangga, Ibu Nyaris Buang Anak di Makassar

MAKASSAR, LENSAMERDEKA.COM – Suasana di Jalan Adhyaksa Baru, Makassar, mendadak mencekam pada Kamis malam ketika seorang ibu muda ditemukan menangis histeris sambil menggendong anaknya yang berusia dua tahun di tepi kanal. Warga sekitar yang melihat kejadian itu langsung panik karena mencium tanda-tanda situasi yang bisa berakhir tragis.

Polisi Gerak Cepat Setelah Terima Laporan 110

Video peristiwa tersebut lebih dulu beredar di media sosial sebelum laporan resmi masuk ke polisi melalui layanan 110. Informasinya singkat namun mengguncang: seorang ibu diduga hendak membuang anaknya ke kanal.

BACA JUGA :
Pemulung Nekat Motong Peluru Tank, Tewas Mengenaskan

Ka SPKT Regu II Polsek Panakkukang, Aiptu Supriadi, langsung menuju lokasi bersama tim. Mereka menemukan sang ibu dalam kondisi emosional tak stabil, menangis sambil memeluk erat anaknya, sementara warga mencoba menenangkan suasana yang menegang.

Di antara deru kendaraan yang melintas, petugas dengan sabar memberikan pendekatan persuasif hingga akhirnya ibu tersebut perlahan bersedia melepaskan ketegangan dan berbicara dengan baik-baik.

Cekcok Keluarga Jadi Pemicu Nyaris Terjadi Tragedi

Dari hasil interogasi awal di lokasi, terungkap bahwa peristiwa itu dipicu cekcok rumah tangga akibat persoalan sepele—hanya soal nasi. Pertengkaran membesar, sang suami disebut mengusir istrinya dari rumah, dan situasi memanas hingga sang ibu tersudut dan kehilangan kendali emosional.

BACA JUGA :
Viral Pemotor Maros Melawan Petugas, Kena Pasal

Menurut Aiptu Supriadi, kata-kata kasar dan pertengkaran yang berlarut-larut mendorong sang ibu ke kondisi mental yang labil.
Konflik kecil yang biasanya bisa diredam, pada malam itu justru melebar menjadi ancaman keselamatan.

Proses Negosiasi dan Penyelamatan Berjalan Penuh Ketegangan

Saat polisi membujuk, sang ibu sempat menolak dan berdiri berbahaya di bibir kanal. Namun pendekatan pelan dan suara tenang dari petugas membuatnya perlahan luluh.

Ia akhirnya bersedia ikut ke Polsek Panakkukang untuk mendapatkan pendampingan lebih lanjut. Di kantor polisi, situasi dibuat lebih kondusif sebelum ia dipertemukan kembali dengan suaminya.

BACA JUGA :
Mahasiswa FIB Unhas Meninggal Dunia, Kampus Klarifikasi Penyebabnya

Di ruang mediasi, pasangan tersebut akhirnya berdialog. Setelah perdebatan panjang mereda, keduanya sepakat meminta maaf dan melanjutkan hidup dengan lebih tenang. Polisi mengingatkan bahwa konflik keluarga perlu dikelola dengan komunikasi yang sehat agar tidak berujung pada tindakan berisiko.

Comment