Cak Imin Beberkan Rencana Besar Atasi Pengangguran Lulusan SMK

Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menyampaikan program penyerapan lulusan SMK saat kunjungan ke SMKN 5 Makassar.

Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menyampaikan program penyerapan lulusan SMK saat kunjungan ke SMKN 5 Makassar.

MAKASSAR, LENSAMERDEKA.COM – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (PM) RI, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menyatakan keprihatinannya terhadap tingginya jumlah pengangguran lulusan SMK yang mencapai 1,6 juta orang. Angka tersebut tercatat sebagai yang tertinggi dibanding lulusan pendidikan lainnya.

Dalam kunjungannya ke SMKN 5 Makassar, Rabu, 3 Desember 2025, Cak Imin menegaskan pemerintah akan menyiapkan program khusus agar lulusan SMK dapat bekerja di luar negeri secara aman dan memperoleh pemberdayaan berkelanjutan.

Pemerintah Siapkan Skema Kerja Luar Negeri untuk Lulusan SMK

Menurut data yang diterimanya, tingkat pengangguran terbuka lulusan SMA berada pada kisaran 7%, sementara lulusan diploma sekitar 6%. Kondisi ini berbanding terbalik dengan SMK yang justru dirancang menyiapkan tenaga kerja siap pakai.

“Saya prihatin lulusan SMK yang belum bekerja 1,6 juta orang. Dalam menghadapi keprihatinan, kita cari jalan. Jalan pertama menguatkan kerja sama dengan industri,” ujar Cak Imin.

Ia menambahkan bahwa sebelum industri dalam negeri berkembang lebih optimal, pemerintah akan memanfaatkan peluang kerja luar negeri yang membutuhkan banyak tenaga terampil. Program tersebut akan dirancang bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) untuk memastikan skema yang aman dan terlindungi.

“Luar negeri butuh tenaga kerja terampil. Kita sudah dorong langkah cepat mengambil peluang 1,6 juta itu. Yang berminat keluar negeri sejak dini dipersiapkan, siapkan sertifikasi,” tegasnya.

Pemerintah juga berencana memperkuat sinergi antara sekolah kejuruan, dunia industri, hingga lembaga pelatihan. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran dan membuka akses pekerjaan yang lebih luas bagi generasi muda Indonesia.

Comment