Operasi Bantuan Aceh Meningkat, BNPB Kerahkan 20 Sorti Udara

Helikopter BNPB mendistribusikan bantuan logistik ke daerah terisolir di Aceh pada cuaca cerah

Helikopter BNPB mendistribusikan bantuan logistik ke daerah terisolir di Aceh pada cuaca cerah

ACEH, LENSAMERDEKA.COM Cuaca cerah yang menyelimuti sebagian wilayah Aceh pada Senin (8/12) mendorong percepatan distribusi bantuan BNPB untuk sejumlah daerah yang masih terisolasi akibat banjir dan longsor. Kondisi atmosfer yang stabil membuat operasi udara dapat dilakukan secara maksimal dengan jumlah penerbangan yang lebih banyak dibanding hari-hari sebelumnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 20 sorti distribusi bantuan lewat udara telah diberangkatkan hingga Senin siang dan kemungkinan bertambah karena cuaca terus mendukung. Situasi ini menjadi titik balik penting setelah dua hari sebelumnya operasi udara sempat terhenti selama 2 hingga 3 jam akibat cuaca buruk.

Distribusi Bantuan BNPB Melalui Udara dan Darat Meningkat

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan operasi udara kembali berjalan lancar seiring membaiknya kondisi cuaca.

“Hari ini distribusi bantuan lewat udara sebanyak 20 sorty dan akan bertambah lagi karena cuaca sangat mendukung,” kata Abdul Muhari di Banda Aceh, Senin.

Ia menambahkan bahwa kelancaran tersebut sangat penting untuk menjangkau wilayah-wilayah yang masih terputus dari akses darat.
Dua hari sebelumnya, hujan lebat dan angin kencang menyebabkan beberapa jadwal penerbangan logistik dihentikan sementara.

BACA JUGA :
Prabowo Pastikan Percepatan Pembangunan Jembatan Bailey di Aceh

“Semoga cuaca cerah ini dapat terus berlanjut sehingga distribusi logistik untuk daerah belum terjangkau jalur darat dapat berjalan maksimal tanpa hambatan,” ujarnya.

Selain mengoptimalkan pengiriman melalui udara, BNPB juga memastikan akses darat kini mulai kembali terbuka setelah dilakukan pembersihan dan normalisasi oleh tim gabungan. Jalur yang tertimbun longsor dan banjir secara bertahap dapat dilintasi kendaraan logistik.

BACA JUGA:
Status Bencana Nasional Dianggap Kunci Percepatan Pemulihan Aceh

Menurut Abdul Muhari, pembukaan jalur alternatif oleh tim terpadu akan meningkatkan kapasitas distribusi. Pengiriman bantuan melalui darat dinilai jauh lebih efektif karena dapat membawa tonase yang lebih besar dibanding helikopter.

Adapun alur distribusi darat dimulai dari Pidie, Pidie Jaya, dan Bireuen, kemudian dilanjutkan ke wilayah Aceh Utara, Aceh Tamiang, Aceh Timur, hingga Bener Meriah. Wilayah-wilayah tersebut menjadi fokus utama karena masih banyak titik pengungsian yang memerlukan suplai logistik.

“Bantuan yang kita distribusi akan lebih banyak dan menjangkau seluruh titik pengungsian,” ucapnya.

BACA JUGA:
Prabowo Perintahkan Mendagri Copot Bupati Kabur Saat Bencana

Ia menegaskan, penambahan suplai melalui jalur darat yang mampu membawa muatan besar akan memberikan dampak lebih signifikan bagi ribuan warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian. BNPB juga menempatkan tim koordinasi di sejumlah titik untuk memastikan distribusi tepat sasaran.

Aceh dalam sepekan terakhir dilanda banjir dan longsor berskala besar yang menyebabkan puluhan akses jalan terputus, ribuan rumah terendam, serta ratusan ribu warga harus mengungsi. Pemerintah daerah bersama BNPB dan TNI/Polri menjalankan operasi gabungan untuk membuka akses, mengevakuasi warga, dan mempercepat pengiriman logistik.

Pemulihan akses darat menjadi kunci untuk mengurangi ketergantungan pada distribusi udara yang rawan terhambat cuaca. Cuaca cerah yang mendukung operasi udara hari ini memberikan napas tambahan bagi petugas untuk mempercepat penyaluran bantuan ke daerah yang paling terisolir.

BACA JUGA:
Korban Tewas Banjir dan Longsor Sumatera Tembus 914 Orang

BNPB menegaskan bahwa operasi darurat akan terus dilakukan hingga seluruh jalur utama kembali normal dan para pengungsi mendapatkan kebutuhan dasar secara memadai. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat hujan intensitas sedang hingga tinggi masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah Aceh dalam beberapa hari ke depan.

Dengan koordinasi lintas lembaga, pemulihan akses dan distribusi logistik diharapkan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan warga sekaligus menekan potensi krisis kemanusiaan di wilayah terdampak.

Comment