Polemik Tender Stadion Sudiang Usai Waskita Menang

Rencana pembangunan Stadion Sudiang Makassar di lahan seluas 15 hektare

Rencana pembangunan Stadion Sudiang Makassar di lahan seluas 15 hektare

MAKASSAR, LENSAMERDEKA.COM – Proyek Stadion Sudiang Makassar menuai sorotan tajam setelah PT Waskita Karya (Persero) Tbk ditetapkan sebagai pemenang tender pembangunan stadion senilai ratusan miliar rupiah. Aktivis Ronald Aristone Sinaga atau Bro Ron melontarkan peringatan keras bahkan sebelum alat berat mulai bekerja di lokasi proyek yang dijadwalkan mulai konstruksi Januari 2026.

Bro Ron mempertanyakan hasil evaluasi tender yang dimenangkan Waskita, di tengah kondisi korporasi BUMN konstruksi tersebut yang sedang disorot publik. Ia menilai keputusan ini berpotensi menimbulkan masalah baru, terutama bagi para vendor dan subkontraktor yang akan terlibat dalam proyek Stadion Sudiang Makassar.

BACA JUGA:
Pemkot Makassar Tetapkan UMK 2026 Naik 6,92 Persen

Sorotan Kemenangan Waskita di Tender Stadion Sudiang

“Ini berita ngeri, Waskita Karya memenangkan tender proyek di Makassar untuk membangun Stadion Sudiang Makassar,” kata Bro Ron dalam pernyataannya pada Rabu, 24 Desember 2025. Ia mengaku sulit menerima hasil penilaian lelang. “Yang saya bingung ini, apanya dievaluasi?” ujarnya.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) secara resmi menetapkan Waskita sebagai pemenang tender pada Jumat, 19 Desember 2025. Nilai penawaran Waskita tercatat Rp637.155.613.120, sedikit di bawah pagu proyek sebesar Rp674.952.980.000 atau sekitar Rp674,9 miliar. Proyek ini menggunakan skema pendanaan multiyears hingga 2027.

BACA JUGA:
Polrestabes Batasi Operasional Kendaraan Besar Malam Tahun Baru

Kritik Bro Ron juga menyinggung kondisi keuangan Waskita. “Waskita ini, sahamnya aja suspend. Sudah 2,5 tahun lebih,” ucapnya. Ia bahkan mengaitkan isu tunggakan pembayaran kepada mitra kerja. “Vendor-vendor banyak yang tidak dibayar tagihannya,” lanjutnya. Ia pun memperingatkan calon mitra proyek, “Vendor-vendor, subkontraktor, hati-hati. Kalau pengen jadi cepat miskin, silakan dicoba.”

Tender pembangunan Stadion Sudiang Makassar diikuti enam perusahaan besar. Selain Waskita, peserta lain adalah PT Sinar Cerah Sempurna, PT Pembangunan Perumahan (Persero), PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung, dan PT Nindya Karya (Persero). Waskita keluar sebagai pemenang setelah melalui proses evaluasi yang dikelola oleh penyelenggara lelang di tingkat pusat.

Menanggapi polemik ini, Anggota Komisi V DPR RI Hamka B Kady menegaskan bahwa DPR tidak ikut campur dalam proses lelang. “Kalau sudah ada pemenang berarti sudah ada kompetisi. Tentunya ada proses evaluasi sebelum ditetapkan,” katanya pada Minggu malam, 28 Desember 2025. Ia menambahkan DPR baru turun tangan jika ada laporan pelanggaran. “Kalau ada hal yang tidak sesuai aturan, baru kita turun tangan dan mempertanyakannya ke pemerintah,” ujarnya.

BACA JUGA:
HMI Koorkom UNM Gelar Aksi, Desak Penetapan Bencana Nasional di Sumatra

Di tingkat teknis daerah, satuan kerja pelaksana di Sulawesi Selatan juga menegaskan tidak terlibat dalam penilaian tender. “Satker PPS Sulsel tidak ikut dalam proses evaluasi bang, semua dilakukan oleh Pokja,” kata Iwan dari Ditjen Prasarana Strategis Kementerian PU.

Berdasarkan rancangan anggaran, porsi terbesar pembiayaan proyek jatuh pada 2026 sebesar Rp454.982.115.000. Sementara 2025 dialokasikan Rp96.042.246.000 dan 2027 sebesar Rp123.928.619.000. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyiapkan lahan sekitar 15 hektare, dengan 7 hektare untuk bangunan utama dan sisanya untuk parkir serta fasilitas pendukung.

Stadion ini dirancang berkapasitas sekitar 27 ribu penonton dengan konsep single seat di seluruh tribun. PSM Makassar menanti proyek ini sebagai calon kandang baru yang memenuhi standar stadion modern. Kementerian PU juga bertanggung jawab atas jadwal groundbreaking proyek tersebut.

Comment