DMI IPIM BKPRMI Barru Resmi Dilantik Bersama

pelantikan bersama DMI, IPIM, dan BKPRMI di Kantor Bupati Barru.

pelantikan bersama DMI, IPIM, dan BKPRMI di Kantor Bupati Barru.

BARRU, LENSAMERDEKA.COM – Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Barru, Abubakar, S.Sos., M.Si., mewakili Bupati Barru, menghadiri pelantikan bersama Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI), Pimpinan Daerah Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (PD IPIM), dan Dewan Pengurus Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPD BKPRMI) Kabupaten Barru. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Baruga Pettu Adae, Lantai VI Kantor Bupati Barru, Ahad (18/1/2026).

Pelantikan bersama tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat persatuan dan kolaborasi antarorganisasi keagamaan dalam mendukung pembangunan sosial dan keagamaan di Kabupaten Barru. Ketiga organisasi ini diharapkan menjadi mitra aktif pemerintah daerah dalam pembinaan umat dan peningkatan kualitas sumber daya manusia berbasis masjid.

Dalam sambutannya, Pj Sekda Barru mengapresiasi pelaksanaan pelantikan secara bersamaan sebagai wujud kesadaran kolektif untuk bersatu menghadapi tantangan zaman. Ia menegaskan bahwa DMI, IPIM, dan BKPRMI memiliki peran penting dalam menghidupkan fungsi masjid di tengah masyarakat.

BACA JUGA:
Wakil Bupati Barru Kukuhkan Pengurus Masjid Baiturrahman H Lawe 2025–2028

Masjid Didorong Jadi Pusat Pembinaan Umat

Abubakar menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, organisasi keagamaan, dan sektor swasta. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjawab persoalan pembangunan, sehingga kolaborasi lintas sektor menjadi kebutuhan utama.

“Masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai tempat ibadah, tetapi harus menjadi pusat pembinaan umat, pendidikan, dakwah, serta pengembangan kualitas sumber daya manusia,” tegasnya.

BACA JUGA:
Sertijab Kepala Rutan Kelas IIB Barru, Pemkab Tegaskan Dukungan Kolaborasi

Ia juga menyatakan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Barru terhadap program sertifikasi imam serta pembinaan berkelanjutan bagi imam, khotib, guru mengaji, dan pengurus masjid. Menurutnya, kemegahan fisik masjid harus sejalan dengan kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya.

Selain itu, Pj Sekda Barru menyambut baik rencana pembentukan sekretariat bersama sebagai pusat koordinasi organisasi keagamaan. Langkah ini dinilai dapat meningkatkan efektivitas program, memperkuat kerja sama, serta mencegah tumpang tindih kegiatan antarorganisasi.

Ia berharap DMI, IPIM, dan BKPRMI dapat bersinergi dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barru dalam memperkuat sistem pendidikan keagamaan hingga ke pelosok daerah.

BACA JUGA:
PGRI Kabupaten Barru Gelar Rapat Perdana Pengurus 2025–2030

Secara khusus, Pj Sekda Barru menyampaikan harapan kepada masing-masing organisasi. Kepada DMI, ia mendorong agar masjid menjadi solusi berbagai persoalan sosial, seperti pengentasan kemiskinan, pendidikan generasi muda, dan pembinaan keluarga sakinah. Kepada IPIM, ia berharap peningkatan kompetensi imam dan khotib melalui sertifikasi dan pembinaan berkelanjutan dapat terus diperkuat. Sementara kepada BKPRMI, ia menekankan pentingnya pengelolaan masjid yang profesional, transparan, serta mampu menciptakan lingkungan ibadah yang aman dan nyaman.

“Pembangunan tidak hanya berfokus pada fisik, tetapi yang paling utama adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia. Masjid harus menjadi tempat yang menyenangkan untuk belajar, berinovasi, dan berkarya tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam,” ujarnya.

Di akhir sambutan, Abubakar menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia berharap ketiga organisasi ini dapat berkolaborasi aktif dalam menyukseskan program pemerintah daerah sesuai RPJMD Kabupaten Barru 2025–2030, RPJMD Provinsi Sulawesi Selatan, serta RPJMN.

Sementara itu, Ketua PD DMI Kabupaten Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., yang juga mewakili PD IPIM dan DPD BKPRMI, menegaskan pentingnya peningkatan kualitas imam dan pengelolaan masjid sebagai pusat pembinaan umat.

“Imam tidak hanya dituntut mampu memimpin salat dan menyampaikan ceramah, tetapi juga harus hadir di tengah jamaah dan menjadi teladan bagi masyarakat,” ujarnya.

Abustan menambahkan bahwa tanggung jawab imam sangat besar sehingga pembinaan dan peningkatan kapasitas, termasuk kemampuan membaca Al-Fatihah dengan baik dan benar, tidak dapat ditawar. Ia juga mendukung penuh rencana pendirian sekretariat bersama sebagai pusat koordinasi program pembinaan umat.

Acara ditutup dengan doa agar seluruh ikhtiar yang dilakukan membawa Kabupaten Barru menjadi daerah yang makmur, damai, dan penuh berkah.

Comment