BARRU, LENSAMERDEKA.COM – Upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Barru terus diperkuat melalui keselamatan lalu lintas Barru berbasis kolaborasi lintas sektoral. Hal ini dibahas dalam diskusi keselamatan jalan yang digelar pada Rabu (29/4/2026) di Cafe Razha.
Forum tersebut menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Kasat Lantas Polres Barru AKP Saripuddin, Kepala Cabang Jasa Raharja Parepare Almaida Djumed, perwakilan BPTD Kelas II Sulawesi Selatan, Dinas Perhubungan Barru, serta Dinas PUTR Kabupaten Barru.
Diskusi ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi antarinstansi guna menekan fatalitas kecelakaan melalui program keselamatan lalu lintas Barru yang lebih terintegrasi.
BACA JUGA:
Satlantas Polres Barru Respon Laporan Jalan Berlubang
Faktor Risiko Kecelakaan Disorot
Kasat Lantas Polres Barru mengungkapkan bahwa tingginya angka kecelakaan di wilayah tersebut dipicu oleh sejumlah faktor utama. Di antaranya perilaku pengendara yang melaju dengan kecepatan tinggi, kondisi kelelahan saat berkendara, serta manuver mendahului di tikungan yang berisiko tinggi.
Selain itu, minimnya penerangan jalan di sejumlah titik rawan turut menjadi perhatian serius dalam upaya peningkatan keselamatan lalu lintas Barru.
Permasalahan lain yang disoroti adalah keterbatasan fasilitas rest area. Kondisi ini membuat pengemudi kendaraan berat, khususnya truk sumbu tiga, kerap memanfaatkan badan jalan sebagai tempat beristirahat atau parkir.
Praktik tersebut dinilai berpotensi mengganggu arus lalu lintas dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada malam hari atau di ruas jalan dengan visibilitas terbatas.
BACA JUGA:
Satlantas Barru Ungkap Pelanggaran Tertinggi Selama Operasi Zebra 2025
Dorong Solusi Terintegrasi dan Berkelanjutan
Dalam diskusi tersebut, para peserta menegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, instansi teknis, dan masyarakat.
Sejumlah langkah strategis pun dirumuskan, di antaranya peningkatan sosialisasi keselamatan berkendara, penyediaan dan penataan rest area, perbaikan infrastruktur jalan dan penerangan, serta penguatan pengawasan dan penegakan hukum.
Pendekatan kolaboratif ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam menekan angka kecelakaan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan di jalan raya.
Secara kontekstual, penguatan keselamatan lalu lintas Barru menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas masyarakat yang aman dan produktif, sekaligus mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Comment