BARRU, LENSAMERDEKA.COM – Pemerintah Kabupaten Barru terus memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting melalui penguatan pelayanan kesehatan berbasis desa. Komitmen tersebut ditandai dengan launching Program Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S) Posyandu Menira yang dihadiri langsung Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., di Desa Lawallu, Kecamatan Soppeng Riaja, Senin (11/05/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari intervensi serentak penanganan stunting di Kabupaten Barru yang melibatkan lintas sektor, kader posyandu, tenaga kesehatan, operator data, hingga masyarakat desa. Selain berlangsung secara langsung, sejumlah posyandu dari berbagai wilayah di Barru juga mengikuti kegiatan melalui sambungan Zoom Meeting.
Dalam suasana yang berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan, Bupati Barru menyapa langsung para kader posyandu, ibu balita, serta anak-anak yang ikut dalam kegiatan virtual tersebut.
Posyandu Jadi Garda Terdepan Penanganan Stunting
Dalam sambutannya, Andi Ina menegaskan bahwa persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan tinggi badan anak, tetapi juga menyangkut perkembangan otak, kualitas kesehatan, dan masa depan generasi bangsa.
Karena itu, menurutnya, penanganan stunting harus dilakukan secara serius dan dimulai sejak dini melalui pemenuhan gizi ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, hingga pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin di posyandu.
“Bu Bupati datang untuk menyapa kita semuanya dan berharap semoga insya Allah semuanya sehat-sehat dan tetap semangat. Khusus semua posyandu yang ikut zoom, tolong diperhatikan anak-anak kita. Anak-anak adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran Posyandu di Kabupaten Barru sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu hamil, bayi, dan balita.
“Posyandu adalah garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu hamil, bayi, dan balita. Melalui posyandu, kita bisa mendeteksi lebih dini masalah gizi dan pertumbuhan anak,” katanya.
Kader Posyandu Dapat Apresiasi
Dalam kesempatan tersebut, Andi Ina turut memberikan apresiasi kepada para kader posyandu yang selama ini bekerja langsung di tengah masyarakat untuk mendukung program penurunan stunting.
Menurutnya, keberhasilan program kesehatan masyarakat sangat ditentukan oleh dedikasi kader yang menjadi ujung tombak pelayanan di tingkat desa dan kelurahan.
“Pemerintah Kabupaten Barru sangat mengapresiasi dedikasi kader posyandu yang bekerja langsung di tengah masyarakat. Kader adalah ujung tombak keberhasilan penurunan stunting,” tegasnya.
Dalam dialog bersama jajaran terkait, disebutkan bahwa jumlah anak stunting di Kabupaten Barru saat ini berada di kisaran 1.600 anak. Menanggapi hal itu, Bupati berharap angka tersebut dapat terus ditekan melalui intervensi yang tepat sasaran dan kerja kolaboratif seluruh pihak.
“Saya berharap insya Allah dalam satu tahun kepemimpinan kami di tahun 2026 ini jumlah anak stunting bisa menurun. Semangat semuanya, ada Ibu Bupati dan Pak Wakil Bupati membersamai kita semua,” ungkapnya.
Dorong Orangtua Rutin Datang Ke Posyandu
Bupati Barru juga mengajak seluruh orang tua agar rutin membawa anak ke posyandu untuk ditimbang, diukur tinggi badannya, dan dipantau tumbuh kembangnya secara berkala.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya pemberian makanan bergizi, imunisasi lengkap, sanitasi yang baik, serta pola asuh sehat dalam mencegah stunting sejak dini.
“Anak-anak Barru harus tumbuh dan berkembang dengan baik. Mereka harus mendapatkan asupan gizi yang baik dan pendidikan yang baik, agar kelak menjadi generasi yang tampil di depan, bukan hanya menjadi penonton,” tutupnya.
Launching P3S Posyandu Menira Barru sekaligus menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Barru dalam memperkuat sinergi lintas sektor melalui pendataan sasaran, penimbangan balita, pemeriksaan ibu hamil, edukasi gizi, hingga memastikan seluruh intervensi penanganan stunting berjalan tepat sasaran menuju terwujudnya generasi sehat, cerdas, dan berkualitas menyongsong Indonesia Emas 2045.

Comment