MAKASSAR, LENSAMERDEKA.COM – Dina, perempuan yang videonya viral di media sosial karena menuding Polsek Rappocini melepas terduga penadah motor curian, akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Ia mengakui bahwa pernyataan yang disampaikannya dalam video sebelumnya tidak benar dan dipicu oleh emosi serta informasi yang tidak lengkap.
Kasus ini bermula dari unggahan video protes Dina yang ramai dibicarakan warganet. Dalam video tersebut, ia menuding pihak Polsek Rappocini membebaskan penadah beserta sepeda motor hasil pencurian. Tuduhan itu dengan cepat menyebar luas dan menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
Setelah video tersebut viral, Dina dipanggil oleh pihak Polsek Rappocini untuk dimintai klarifikasi. Dari Polsek Rappocini, ia kemudian dibawa ke Polrestabes Makassar guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait tuduhan yang dilontarkannya.
BACA JUGA:
Lagu Stecu Stecu Indonesia Masuk Top Global TikTok 2025
Klarifikasi di Hadapan Polisi
Di hadapan penyidik, Dina mendapatkan penjelasan resmi mengenai duduk perkara pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang menjadi sumber kesalahpahaman. Setelah memahami penjelasan tersebut, Dina menyadari bahwa tuduhannya tidak sesuai dengan fakta.
Usai proses klarifikasi, Dina menyampaikan permintaan maaf melalui video yang diunggah di akun media sosialnya. Video klarifikasi tersebut dipublikasikan pada Rabu, 31 Desember 2025.
“Saya atas nama Dina dengan sadar ingin mengklarifikasikan pernyataan saya melalui akun TikTok saya,” kata Dina dalam videonya.
BACA JUGA:
Viral Pekerja KRL Tertinggal Kereta Harus Tidur di Stasiun
Ia mengakui bahwa tindakannya dipicu oleh emosi dan kurangnya informasi yang ia terima, sehingga membuatnya menarik kesimpulan yang keliru terkait penanganan kasus oleh pihak kepolisian.
Dina juga menegaskan bahwa tuduhan mengenai sepeda motor yang dilepas bersama penadah tidak benar setelah ia mendapatkan penjelasan resmi dari polisi.
“Sepeda motor saya yang sudah ditemukan itu tidak benar adanya. Demikian juga pelaku penadahnya belum ditemukan atau melarikan diri,” tuturnya.
Dalam pernyataannya, Dina turut meminta maaf kepada masyarakat atas keresahan yang ditimbulkan akibat video viral tersebut. Ia juga secara khusus menyampaikan permohonan maaf kepada Kapolsek Rappocini, Kompol Ismail, yang sebelumnya ia tuduh secara terbuka.
“Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada semua pihak, utamanya pihak Kapolsek Rappocini,” bebernya.
BACA JUGA:
Viral Video Perempuan Meludahi Al-Qur’an Hebohkan Warganet
Terpisah, Kapolsek Rappocini Kompol Ismail membenarkan bahwa pihaknya telah memanggil Dina untuk dimintai klarifikasi. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk meluruskan informasi yang telah beredar di publik.
“Yang bersangkutan sudah kami panggil dan sudah datang saat ini kami arahkan ke Polres untuk diminta keterangan,” ucap Ismail.
Ia menegaskan bahwa proses klarifikasi dilakukan guna memastikan isu yang beredar tidak berkembang menjadi hoaks. Setelah pemeriksaan, Dina mengakui kesalahannya tanpa adanya paksaan.
“Dia mengakui kesalahannya dan minta maaf,” tutupnya.
Sebelumnya, video protes Dina viral karena menuding Polsek Rappocini melepas penadah dan barang bukti tujuh unit sepeda motor hasil curian. Dalam video itu, Dina mengaku kecewa lantaran merasa tidak mendapatkan informasi terkait perkembangan laporannya yang dibuat pada 7 September 2025.
Padahal, dalam laporan tersebut, identitas korban telah tercatat lengkap, termasuk data kendaraan. Kekecewaan akibat minimnya komunikasi itulah yang kemudian mendorong Dina mengunggah video protes, hingga akhirnya berujung klarifikasi dan permintaan maaf.

Comment