BARRU, LENSAMERDEKA.COM – Polsek Pujananting Polres Barru mengambil pendekatan berbeda dalam penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di wilayah hukumnya. Tidak hanya bersifat penanganan situasional, jajaran kepolisian memilih langkah berorientasi kemanusiaan dengan turun langsung ke rumah warga untuk memastikan proses pengobatan berjalan rutin sekaligus menjaga situasi keamanan tetap kondusif.
Pendekatan humanis tersebut dilakukan secara berkala oleh Kapolsek Pujananting IPTU Sahabuddin bersama personelnya. Salah satu kegiatan terbaru dilakukan dengan menyambangi rumah seorang warga bernama Anru di Lingkungan Padang Lampe, Kelurahan Mattappawalie, Kecamatan Pujananting.
Di lokasi itu, petugas tidak hanya memantau kondisi pasien, tetapi juga berdialog dengan pihak keluarga yang selama ini menjadi pendamping utama, termasuk para ibu lanjut usia yang merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa. Suasana kunjungan berlangsung sederhana namun penuh kehangatan, mencerminkan pendekatan kepolisian yang lebih humanis di tingkat lapangan.
BACA JUGA:
Polsek Barru Kawal Tradisi Pa’engnge Majjimpo-jimpo di Siawung
Pendampingan Rutin dan Koordinasi Lintas Sektor
Kapolsek Pujananting IPTU Sahabuddin menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk kepedulian kemanusiaan sekaligus upaya memastikan pasien ODGJ tetap mendapatkan penanganan medis secara berkelanjutan.
Menurutnya, pendampingan tidak hanya sebatas pemantauan kondisi, tetapi juga memastikan keluarga memahami pentingnya pengobatan rutin serta tidak menghentikan terapi yang telah dianjurkan tenaga kesehatan.
Selain edukasi kepada keluarga, Polsek Pujananting juga aktif berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan serta fasilitas kesehatan. Bersama Camat Pujananting, jajaran kepolisian turut membantu proses administrasi kesehatan warga, mulai dari pengurusan BPJS, rujukan medis, hingga pendampingan pemulangan pasien usai menjalani rehabilitasi.
“Setiap warga berhak mendapat perlakuan manusiawi dan penanganan yang tepat. Kami memberikan pemahaman kepada keluarga terkait prosedur rujukan serta pentingnya penanganan medis yang tepat bagi ODGJ, demi keselamatan yang bersangkutan maupun lingkungan sekitar,” ujar IPTU Sahabuddin.
BACA JUGA:
Polsek Tanete Rilau Gelar Ngopi Kamtibmas Serap Aspirasi Warga
Upaya serupa juga dilakukan oleh Wakapolsek Pujananting IPDA Khaedir Ali yang secara aktif melakukan kunjungan door to door ke rumah warga ODGJ. Dalam kunjungan tersebut, ia memastikan pasien tetap menjalani pengobatan dan tidak mengalami putus obat, yang selama ini menjadi salah satu faktor risiko kambuhnya kondisi pasien.
Perhatian khusus juga diberikan pada ketersediaan obat-obatan dari Puskesmas. Menurut jajaran kepolisian, konsistensi konsumsi obat menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas kondisi pasien dan mencegah potensi gangguan yang dapat berdampak pada lingkungan sekitar.
Langkah Polsek Pujananting ini mendapat perhatian sebagai pendekatan preventif berbasis kemanusiaan yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga kesehatan sosial masyarakat. Di tengah keterbatasan akses dan stigma terhadap ODGJ, pendekatan seperti ini dinilai mampu membuka ruang kepedulian yang lebih luas antara aparat, tenaga kesehatan, dan keluarga pasien.
Pendekatan door to door yang dilakukan kepolisian setempat menunjukkan bahwa penanganan ODGJ tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan semata, tetapi juga membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.

Comment