Andi Ina Paparkan Sistem Pemilu dalam Forum HMI Cabang Makassar

Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari menjadi narasumber Diskusi Publik HMI Cabang Makassar membahas mekanisme pemilu dan demokrasi Indonesia.

Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari menjadi narasumber Diskusi Publik HMI Cabang Makassar membahas mekanisme pemilu dan demokrasi Indonesia.

MAKASSAR, LENSAMERDEKA.COM – Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari menghadiri Diskusi Publik yang digelar Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Makassar di Red Corner Cafe, Makassar, Jumat (6/2/2026). Dalam kegiatan tersebut, Andi Ina hadir sebagai narasumber utama dan membahas dinamika demokrasi serta mekanisme pemilihan umum di Indonesia.

Diskusi yang mengusung tema Analisis Perbandingan Mekanisme Pemilu dalam Sistem Demokrasi Indonesia itu diikuti mahasiswa, aktivis, serta kalangan akademisi. Kehadiran Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari dinilai memberi warna tersendiri karena latar belakang dan pengalamannya panjang dalam dunia politik dan pemerintahan.

Sebagai kepala daerah yang sebelumnya pernah menjabat Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Ina memaparkan gambaran praktis tentang bagaimana demokrasi bekerja di tingkat lokal maupun nasional, khususnya dalam konteks pelaksanaan pemilu.

BACA JUGA:
Perhutanan Sosial Barru Didorong Terintegrasi, Targetkan Ekonomi Baru

Diskusi Publik Dinilai Penting Perkuat Demokrasi

Dalam pemaparannya, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari menekankan pentingnya forum diskusi publik sebagai ruang edukasi politik yang sehat. Menurutnya, diskusi semacam ini berperan strategis dalam meningkatkan kesadaran kritis masyarakat, terutama generasi muda, terhadap proses demokrasi dan sistem pemilu.

Ia menyebut bahwa demokrasi tidak hanya soal memilih pemimpin setiap lima tahun, tetapi juga tentang partisipasi aktif masyarakat dalam mengawal kebijakan dan penyelenggaraan pemerintahan. Oleh karena itu, ruang dialog terbuka dinilai menjadi instrumen penting untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas.

“Demokrasi yang ideal adalah sistem pemerintahan di mana kepentingan masyarakat menjadi prioritas utama. Dalam demokrasi yang sehat, kekuasaan dijalankan untuk melayani rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu,” tegas Andi Ina dalam forum tersebut.

BACA JUGA:
MTQ Kabupaten Barru 2026 Siap Digelar Februari Mendatang

Diskusi berlangsung dinamis dengan adanya sesi tanya jawab yang melibatkan peserta. Andi Ina juga berbagi pengalaman perjalanan politik dan kepemimpinannya, mulai dari legislatif hingga eksekutif. Ia menyampaikan pandangannya mengenai tantangan demokrasi ke depan, termasuk perlunya kepemimpinan yang berintegritas dan berorientasi pada kepentingan publik.

Menurut Andi Ina, kualitas demokrasi sangat ditentukan oleh kualitas pemimpin dan partisipasi masyarakat. Ia berharap generasi muda tidak apatis terhadap politik, melainkan aktif mengambil peran sebagai pengontrol jalannya pemerintahan.

BACA JUGA:
Aksi Mahasiswa Soroti Dugaan Fee Proyek Soppeng

Selain Andi Ina Kartika Sari, diskusi publik ini turut menghadirkan sejumlah tokoh dan narasumber dari berbagai latar belakang. Hadir mewakili Wali Kota Makassar, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Dr. Zainal Ibrahim, M.Si. Selain itu, Tenaga Ahli Fraksi Partai Golkar DPR RI A. Hendra H. Palette, S.Km., Pakar Hukum Tata Negara Dr. Pattawari, S.H., M.H., serta perwakilan Divisi Hukum KPU Kota Makassar Sapri, S.H., M.H. juga menjadi pembicara.

Forum ini diharapkan menjadi ruang pertukaran gagasan yang konstruktif sekaligus memperkaya pemahaman publik tentang mekanisme pemilu di Indonesia dan arah penguatan demokrasi, khususnya di Sulawesi Selatan.

Comment