Pemerintah Barru Persiapkan 5 SPPG Baru Pasca Lebaran

Pj. Sekda Barru Abubakar memimpin rapat koordinasi Program MBG di Ruang Data Kantor Bupati Barru, Selasa (10/3/2026).

Pj. Sekda Barru Abubakar memimpin rapat koordinasi Program MBG di Ruang Data Kantor Bupati Barru, Selasa (10/3/2026).

BARRU, LENSAMERDEKA.COM – Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Barru, Abubakar, S.Sos., M.Si, memimpin rapat koordinasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Ruang Data Kantor Bupati, Selasa (10/3/2026). Rapat ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan program strategis nasional berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Dalam arahannya, Pj. Sekda Barru menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi seluruh pihak, mulai dari camat, perangkat daerah, koordinator wilayah (korwil), koordinator kecamatan (korcam), hingga kepala SPPG.

“Semoga dengan rahmat Allah SWT dan sinergi kita semua, program strategis nasional ini dapat berjalan optimal dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Abubakar.

BACA JUGA:
Menu MBG Nasi Diganti Kentang, Operasional SPPG Dihentikan

Pentingnya Koordinasi dan Sinergi

Abubakar menyoroti salah satu kendala utama program MBG, yakni koordinasi yang belum optimal antara pemerintah daerah dan pelaksana di lapangan. Ia menegaskan komunikasi yang intens antara camat, korwil, korcam, dan kepala SPPG menjadi kunci agar program berjalan lancar.

“Pelaksana di lapangan harus menjalin komunikasi baik dengan camat serta melaporkan setiap perkembangan maupun kendala. Kerja sama harus diutamakan, tanpa saling menyalahkan,” tambahnya.

Rapat membahas berbagai hal teknis pelaksanaan MBG, termasuk pengawasan kualitas bahan makanan, validasi data penerima manfaat, serta mekanisme pelaporan yang transparan. Kepala SPPG diminta memastikan bahan makanan yang diterima dari mitra atau pemasok sesuai standar melalui pengecekan langsung saat pengantaran.

BACA JUGA:
Dari Aksi ke Dialog: Tabayyun Mitra Dapur MBG dan HMI Sulsel Bersama BGN

Penekanan pada Data dan Kepatuhan Juknis

Pj. Sekda juga menekankan kepatuhan terhadap petunjuk teknis (juknis) program, termasuk larangan bagi pihak yang mengelola MBG merangkap sebagai pemasok. Data penerima manfaat harus rinci dan valid, mencakup peserta didik TK/PAUD hingga SD, ibu menyusui, dan anak di bawah dua tahun. Camat diberikan akses data untuk memudahkan pengawasan di wilayah masing-masing.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Barru menambahkan, dari total 2.857 penerima manfaat, data harus mencantumkan jumlah peserta didik, kelompok 3B, dan tenaga pendidik yang terlibat. Koordinasi intens dengan camat diperlukan agar setiap kendala dapat cepat ditangani sebelum berkembang lebih luas.

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Setda Barru menyebutkan bahwa saat ini terdapat 17 SPPG yang aktif melayani 37.555 penerima, sementara lima SPPG lainnya masih dalam tahap persiapan. Pemerintah daerah menargetkan sebagian SPPG yang sedang dipersiapkan mulai beroperasi setelah Lebaran, sehingga cakupan penerima manfaat meningkat hingga lebih dari 54.000 orang di Kabupaten Barru.

BACA JUGA:
SPPG Polres Barru Siap Layani Sekolah Pelosok

Menuju Generasi Sehat dan Indonesia Emas 2045

Rapat koordinasi ini diharapkan memperkuat kolaborasi seluruh pihak agar Program MBG berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. Pemerintah daerah menekankan program ini sebagai bagian dari upaya mencetak generasi sehat dan cerdas, mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Comment