Pemkab Barru Susun Strategi Penanganan Kemiskinan Terpadu

Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari membuka Pra-Musrenbang Tematik Kemiskinan dan Stunting di Aula Bapperida Barru.

Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari membuka Pra-Musrenbang Tematik Kemiskinan dan Stunting di Aula Bapperida Barru.

BARRU, LENSAMERDEKA.COM – Pemerintah Kabupaten Barru menggelar Pra-Musrenbang Tematik Kemiskinan dan Stunting di Aula Ruang Rapat Lantai II Bapperida Barru, Kamis (12/03/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si. yang menegaskan bahwa persoalan kemiskinan dan stunting masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan daerah sehingga memerlukan penanganan terpadu melalui kolaborasi lintas sektor.

BACA JUGA:
Safari Ramadan Terakhir, Wabup Barru Bahas Ekonomi dan Lingkungan

Pra-Musrenbang Barru Perkuat Sinergi Penanganan Kemiskinan dan Stunting

Dalam sambutannya, Bupati Barru menekankan bahwa upaya penanganan kemiskinan dan stunting tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui kerja bersama yang terintegrasi, terarah, dan berkelanjutan.

“Kemiskinan dan stunting adalah tanggung jawab kolektif. Kita memerlukan kerja kolaboratif dengan komitmen nyata untuk menyelesaikan akar persoalan yang kompleks,” tegasnya.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 yang dirilis pada 2025, prevalensi stunting di Kabupaten Barru tercatat sebesar 26,9 persen, meningkat dari 22,1 persen pada 2023. Meski demikian, angka tersebut masih menempatkan Barru sebagai salah satu dari lima daerah dengan prevalensi stunting terendah di Sulawesi Selatan.

Untuk menekan angka tersebut, Bupati Barru menekankan sejumlah langkah strategis yang perlu diperkuat. Di antaranya peningkatan layanan kesehatan bagi ibu hamil dan balita, pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan, penguatan peran posyandu dan kader kesehatan, serta peningkatan akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak.

BACA JUGA:
Nurdin Halid Dorong Ekonomi Kerakyatan di Kabupaten Barru

Selain itu, upaya penanganan kemiskinan juga diarahkan melalui penguatan ekonomi kerakyatan dan UMKM, peningkatan keterampilan tenaga kerja, penciptaan lapangan kerja produktif, serta optimalisasi program perlindungan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pemaparan oleh Wakil Bupati Barru sekaligus Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) dan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si.

Dalam pemaparannya, Abustan menjelaskan kondisi terkini serta langkah-langkah strategis percepatan penurunan kemiskinan dan stunting di Kabupaten Barru.

BACA JUGA:
BPS Catat Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Barru Tembus 5,16 Persen

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan berita acara komitmen bersama oleh Bupati dan Wakil Bupati Barru bersama sejumlah pemangku kepentingan. Di antaranya Kepala Bapperida Barru, Kepala Dinas Sosial dan PPPA, Kepala Dinas Kesehatan, Camat Mallusetasi, Kepala Desa Bulo-Bulo, pimpinan Bank Sulselbar, serta pimpinan Baznas Barru.

Penandatanganan ini menjadi simbol dukungan bersama dalam mempercepat penurunan angka kemiskinan dan stunting di Kabupaten Barru.

Melalui forum Pra-Musrenbang Tematik ini diharapkan terbangun sinergi dan komitmen lintas sektor dalam merumuskan langkah-langkah strategis yang lebih terarah dan efektif guna mempercepat penurunan kemiskinan dan stunting di Kabupaten Barru.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Pj. Sekretaris Daerah Barru, para pimpinan OPD, camat, lurah, kepala desa, perwakilan perbankan, BUMN/BUMD, serta berbagai unsur terkait lainnya.

Comment