BARRU, LENSAMERDEKA.COM – Polres Barru dukung percepatan tanam 50.000 hektar sebagai bagian dari komitmen memperkuat ketahanan pangan nasional melalui program optimalisasi lahan pertanian (OPLAH). Dukungan tersebut ditunjukkan dengan kehadiran sekaligus pengawalan kegiatan tanam serentak yang berlangsung di Sepe’e, Kecamatan Barru, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WITA itu dibuka langsung oleh Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari dan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, akademisi, hingga pemangku kepentingan sektor pertanian.
Kapolres Barru, AKBP Ananda Fauzi Harahap, menegaskan bahwa institusinya siap mendukung penuh program strategis nasional, khususnya dalam meningkatkan produktivitas pertanian melalui percepatan masa tanam.
“Polres Barru berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh stakeholder dalam menjaga stabilitas serta mendukung program ketahanan pangan. Kehadiran kami juga sebagai bentuk dukungan terhadap para petani agar dapat bekerja dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Pengamanan dan Sinergi Lintas Sektor
Selain menghadiri kegiatan, jajaran Polres Barru dukung percepatan tanam 50.000 hektar juga diwujudkan melalui pengamanan di lokasi. Personel diterjunkan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman, dan lancar.
Pengamanan dilakukan secara terpadu bersama unsur TNI dan instansi terkait, guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif selama kegiatan berlangsung.
Langkah ini dinilai penting mengingat program percepatan tanam melibatkan banyak pihak serta menjadi bagian dari agenda strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan di tengah tantangan global.
Program percepatan tanam serentak ini merupakan implementasi kebijakan nasional dalam optimalisasi lahan pertanian dengan target mencapai 50.000 hektar. Penanaman dilakukan secara serempak menggunakan varietas unggul untuk meningkatkan hasil produksi pertanian.
Selain mendorong produktivitas, program ini juga menjadi strategi adaptif menghadapi perubahan iklim yang berdampak pada sektor pertanian. Dengan percepatan masa tanam, diharapkan siklus produksi pangan dapat lebih terjaga.
Keterlibatan aparat keamanan, termasuk Polres Barru dukung percepatan tanam 50.000 hektar, mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyukseskan program ini.
Di tingkat daerah, sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci dalam mendorong peningkatan kesejahteraan petani sekaligus menjaga ketahanan pangan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan koordinasi yang telah terjalin dapat semakin diperkuat, sehingga program pertanian tidak hanya berjalan optimal, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Barru.

Comment