BARRU, LENSAMERDEKA.COM – Pemerintah Kabupaten Barru berencana menambah dukungan anggaran operasional bagi Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) melalui anggaran perubahan. Kebijakan ini disampaikan Sekretaris Daerah Barru, Andi Syarifuddin, saat membuka Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah VII (PORSADIN VII), Sabtu (26/9/2026).
Pembukaan kegiatan berlangsung di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barru dan diikuti sekitar 61 MDA dari berbagai wilayah di Kabupaten Barru.
Mengusung tema “Dayakan Negeri dengan Budi Pekerti Menuju Diniyah yang Berprestasi”, PORSADIN VII menjadi ajang bagi para santri untuk mengembangkan potensi, menunjukkan kemampuan, sekaligus mempererat silaturahmi antarmadrasah diniyah.
Dalam sambutannya, Andi Syarifuddin menegaskan bahwa MDA memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia. Karena itu, keberadaan lembaga pendidikan keagamaan tersebut perlu mendapat perhatian dan dukungan berkelanjutan.
“Pemerintah Kabupaten Barru sangat memperhatikan sekolah MDA. Sebagai bukti nyata, pada anggaran perubahan nanti, pemerintah akan memberikan tambahan dana operasional untuk MDA,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah bekerja menyukseskan kegiatan tersebut, meskipun pelaksanaannya dihadapkan pada keterbatasan anggaran.
PORSADIN Bukan Sekadar Ajang Perlombaan
Menurut Andi Syarifuddin, PORSADIN tidak semestinya dipandang hanya sebagai kompetisi olahraga dan seni. Kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan, membangun sportivitas, dan menumbuhkan kepercayaan diri anak sejak dini.
“PORSADIN harus menjadi ikhtiar beribadah. Bukan sekadar perlombaan, tetapi ruang dan semangat bagi anak-anak kita untuk terus belajar, berprestasi, dan membangun karakter,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu mendorong para santri untuk terus mengembangkan kemampuan, baik dalam bidang keagamaan maupun olahraga dan seni, tanpa meninggalkan pembentukan akhlak.
Sekda Barru juga menyoroti kemampuan baca tulis Al-Qur’an di Kabupaten Barru yang disebut masih berada di posisi papan tengah tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Kondisi tersebut, menurutnya, perlu menjadi perhatian bersama. Pemerintah daerah akan mendorong langkah konkret melalui kerja sama dengan Kementerian Agama dan pihak MDA untuk memperkuat pembinaan serta meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur’an generasi muda.
Targetkan Lahirnya Peserta Berprestasi
Sebelumnya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barru, Dr. Irman, S.Ag., M.Si., berharap PORSADIN VII menjadi momentum untuk menemukan sekaligus mengembangkan potensi santri dari madrasah diniyah.
Ia berharap peserta terbaik dari ajang tingkat kabupaten dapat melanjutkan prestasi ke tingkat yang lebih tinggi, membawa nama Barru dalam kompetisi tingkat provinsi hingga nasional.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menghasilkan peserta-peserta terbaik yang tidak hanya mengharumkan nama Barru di tingkat provinsi, tetapi juga mampu mewakili ke tingkat nasional,” ujar Irman.
Pembukaan PORSADIN VII turut dihadiri Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (Kasi PAIS) Kementerian Agama Barru, serta para kepala Madrasah Diniyah Awaliyah se-Kabupaten Barru.
Melalui kegiatan ini, pembinaan santri diharapkan semakin berkembang, sekaligus memperkuat peran madrasah diniyah dalam menanamkan nilai keagamaan dan membentuk karakter generasi muda di Kabupaten Barru.

Comment