MAKASSAR, LENSAMERDEKA.COM – Bakal calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), resmi mengembalikan formulir pendaftaran pada Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulsel di Kantor DPD I Golkar Sulsel, Jalan Amanagappa, Makassar, Jumat (17/7/2026). Kehadiran IAS tak hanya menunjukkan besarnya dukungan politik yang diklaim telah dikantongi, tetapi juga menghadirkan pesan kuat tentang persatuan lintas daerah dan keberagaman budaya di Sulawesi Selatan.
Pengembalian formulir itu berlangsung meriah. IAS datang didampingi puluhan pendukung, termasuk 20 ketua DPD II Partai Golkar kabupaten/kota, pengurus organisasi pendiri, organisasi yang didirikan, serta organisasi sayap Partai Golkar. Yang menarik perhatian, para pendamping IAS mengenakan atribut adat dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan sebagai simbol keberagaman yang berpadu dalam satu barisan.
Pesan Persatuan Lewat Simbol Budaya
Pemandangan berbeda terlihat saat rombongan memasuki kantor DPD I Golkar Sulsel. Sejumlah Ketua DPD II dari wilayah Tanah Bugis mengenakan songkok recca, di antaranya Ketua DPD II Golkar Bone Andi Fahsar Padjalangi, Ketua DPD II Golkar Soppeng Andi Kaswadi Razak, Ketua MKGR Sulsel HM Taufan Pawe, serta Ketua DPD II Golkar Barru Rahman Pina.
Tak hanya itu, para pengurus dari wilayah Toraja tampil dengan passapu khas Toraja, sementara perwakilan Tana Luwu mengenakan songkok pamiring. Adapun kader dari kawasan Makassar juga tampil menggunakan passapu khas Makassar, sehingga suasana pengembalian formulir terasa kental dengan nuansa budaya Sulawesi Selatan.
Bagi IAS, penggunaan atribut adat tersebut bukan sekadar pelengkap penampilan, melainkan simbol bahwa Golkar merupakan rumah bersama bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang suku.
“Kalau di pengembalian formulir lalu kami menyampaikan pesan kebersamaan lintas generasi selalu punya ruang di Golkar, kali ini kami juga ingin menegaskan bahwa semua suku yang berdiam di Sulsel punya ruang sama. Setara insya Allah,” ujar IAS di hadapan Panitia Musda XI Golkar Sulsel.
Selain membawa pesan persatuan, IAS juga mengklaim telah mengantongi dukungan mayoritas pemilik suara dalam Musda XI Golkar Sulsel.
Di hadapan panitia pengarah atau Steering Committee (SC), IAS menyebut dirinya datang dengan dukungan 22 DPD II Golkar, tiga organisasi pendiri, serta lima organisasi sayap Partai Golkar, sehingga total dukungan yang dibawa mencapai 32 suara.
“Di sini ada 22 ketua DPD II Golkar, dua yang diwakili sekretarisnya yaitu Ketua Golkar Maros dan Golkar Bantaeng karena sedang umrah. Nantinya SC bisa verifikasi langsung,” kata IAS.
Setelah berkas diverifikasi secara administrasi, Koordinator Steering Committee Musda XI Golkar Sulsel, Armin Mustamin Toputiri, menyatakan pengembalian formulir IAS diterima dan menetapkannya sebagai bakal calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan.
Armin juga mengapresiasi pesan-pesan yang disampaikan IAS sejak proses pengambilan hingga pengembalian formulir. Menurutnya, semangat kebersamaan yang ditampilkan menjadi harapan baru bagi kader Partai Golkar di Sulawesi Selatan.
“Kami benar-benar memberi apresiasi atas pesan yang disampaikan IAS, baik saat pengambilan maupun pengembalian formulir ini. Pesan ini memberi harapan bahwa akan lahir kebersamaan yang menegaskan garis kesetaraan. Semua punya ruang yang sama untuk sama-sama membangun Golkar. Harapan ini, memang sedang bersemayam rapi di benak seluruh kader Golkar,” ujar Armin.
Pengembalian formulir IAS turut dihadiri anggota SOKSI yang baru bergabung, Amirullah Nur Saenong, bersama Ketua SOKSI Sulsel Andi Patarai Amir. Selain itu, sejumlah utusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar juga memantau langsung jalannya proses tersebut, di antaranya Abdul Razak Said, Hakim Kamaruddin, Sirajuddin, Risman Pasigai, Mustahuddin, dan beberapa pengurus lainnya.
Sementara itu, Steering Committee memastikan penerimaan formulir bakal calon Ketua DPD I Golkar Sulsel ditutup pada pukul 17.00 WITA. Selanjutnya, Musda XI Partai Golkar Sulawesi Selatan dijadwalkan berlangsung pada 18–19 Juli 2026 di Hotel Claro Makassar dan rencananya akan dibuka langsung oleh Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.

Comment