Dua Kapal SAR Baru Diterjunkan Cari Korban KM Nurul Salsa

MAKASSAR, LENSAMERDEKA.COM – Upaya pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, terus diperkuat. Memasuki hari keempat operasi pencarian, Basarnas Makassar mendapat tambahan armada dan personel dari Basarnas Kendari serta Basarnas Maumere untuk memperluas jangkauan penyisiran terhadap 25 korban yang hingga kini masih belum ditemukan.

Penguatan operasi tersebut menjadi langkah penting mengingat luasnya area pencarian serta kondisi perairan yang dipengaruhi arus laut, angin, dan cuaca yang terus berubah. Dengan tambahan dua kapal SAR, tim gabungan diharapkan mampu menjangkau lebih banyak sektor pencarian secara bersamaan.

Dua Kapal SAR Tambahan Perkuat Operasi Pencarian

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar menerima dukungan Kapal Negara (KN) SAR Pacitan dari Kantor Basarnas Kendari yang membawa 28 personel terlatih. Selain itu, KN SAR Puntadewa dari Kantor Basarnas Maumere juga tiba dengan membawa 15 personel yang akan bergabung dalam operasi kemanusiaan tersebut.

Kedua kapal langsung disiapkan untuk memperkuat unsur laut yang selama empat hari terakhir terus menyisir perairan Selayar, lokasi diduga hanyutnya para korban KM Nurul Salsa.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan tambahan armada tersebut merupakan bentuk sinergi antar-kantor Basarnas dalam mendukung operasi pencarian berskala besar.

“Kami tidak bergerak sendiri. Hari ini dukungan datang dari Basarnas Kendari lewat KN SAR Pacitan berisi 28 orang, serta Basarnas Maumere mengirim KN SAR Puntadewa dengan 15 personel. Ini akan sangat memperluas wilayah yang bisa kami cakup secara bersamaan,” ujar Andi Sultan, Sabtu (18/7/2026).

Menurutnya, kehadiran dua kapal tambahan memungkinkan tim membagi area pencarian menjadi lebih rinci sehingga proses penyisiran dapat dilakukan secara lebih efektif.

Andi Sultan menjelaskan, evaluasi strategi pencarian dilakukan setiap hari dengan mempertimbangkan perkembangan cuaca, arah angin, serta pola arus laut yang terus berubah.

“Kami mengevaluasi strategi setiap hari berdasarkan data arus dan cuaca. Dengan dua kapal baru ini, kami bisa membagi sektor lebih rinci dan menyasar area prioritas lebih dalam. Rencananya besok pagi, fokus kami akan diarahkan ke pulau tak berpenghuni di sekitar wilayah Pulau Sabalana,” jelasnya.

Selain memperkuat pencarian di laut, Basarnas juga menyiapkan tiga posko pusat informasi untuk memudahkan keluarga korban memperoleh perkembangan terbaru. Posko tersebut berada di Makassar, Selayar, dan Jampea.

Berdasarkan data terbaru hingga Sabtu (18/7/2026), jumlah penumpang dan awak yang berada di atas KM Nurul Salsa tercatat sebanyak 78 orang. Dari jumlah tersebut, 52 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, satu orang ditemukan meninggal dunia, sementara 25 korban masih dalam pencarian.

Operasi pencarian melibatkan unsur gabungan yang terdiri atas Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, hingga nelayan setempat. Seluruh unsur bekerja secara terpadu menyisir laut, pesisir, serta pulau-pulau di sekitar lokasi kejadian.

Basarnas menegaskan bahwa operasi pencarian akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban berhasil ditemukan. Dengan bertambahnya kekuatan personel dan armada dari berbagai daerah, harapan untuk menemukan para korban semakin besar, meski tantangan di lapangan masih cukup berat akibat kondisi alam yang dinamis.

Comment