Studi Tiru Call Center 112, Pemkab Gowa Belajar dari Barru

Pemkab Gowa studi tiru layanan Call Center 112 di Barru Smart Information Center

Pemkab Gowa studi tiru layanan Call Center 112 di Barru Smart Information Center

BARRU, LENSAMERDEKA.COM – Layanan Call Center 112 Kabupaten Barru menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Gowa. Melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfo) Kabupaten Gowa, jajaran pemerintah daerah tersebut melakukan studi tiru untuk melihat langsung bagaimana layanan panggilan darurat itu dijalankan di Barru.

Kunjungan berlangsung di Barru Smart Information Center (Basic), Kantor Bupati Barru, Rabu (9/9/2026). Rombongan diterima Kepala Dinas Kominfo-SP Kabupaten Barru, Syamsuddin, S.IP., M.Si., bersama jajaran.

Kegiatan tersebut menjadi ruang bertukar pengalaman antara Pemkab Barru dan Pemkab Gowa, khususnya terkait penerapan teknologi dalam pelayanan publik. Jajaran Kominfo Gowa menggali proses penerapan layanan 112, mekanisme penerimaan laporan masyarakat, koordinasi dengan perangkat daerah dan instansi terkait, hingga pemantauan dan tindak lanjut setiap laporan.

Kepala Dinas Kominfo-SP Kabupaten Barru, Syamsuddin, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai studi tiru dapat menjadi sarana bagi pemerintah daerah untuk saling berbagi pengalaman sekaligus mempelajari praktik pelayanan publik yang telah berjalan di daerah lain.

“Selamat datang kepada jajaran Dinas Kominfo Kabupaten Gowa di Kabupaten Barru. Kami tentu sangat terbuka untuk berbagi pengalaman terkait pelaksanaan layanan 112. Apa yang sudah kami lakukan di Barru masih terus berproses dan tentunya dapat menjadi bahan untuk saling belajar,” ujarnya.

BACA JUGA :  Prof Kamaruddin Hasan Nilai Keluarga Bupati Barru Teladan di Ruang Publik

Teknologi Harus Berujung pada Pelayanan yang Responsif

Syamsuddin mengatakan perkembangan teknologi informasi membuat pemerintah daerah perlu terus melakukan penyesuaian dan inovasi. Namun, menurutnya, penerapan teknologi tidak cukup hanya dengan membangun sistem.

Layanan 112 juga membutuhkan sumber daya manusia yang siap, koordinasi lintas perangkat daerah, serta komitmen pemerintah daerah agar laporan masyarakat dapat ditangani secara tepat.

“Yang paling penting adalah bagaimana teknologi dan sistem informasi yang kita bangun benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Gowa, Hj. Emy Pratiwi Luthfy, S.IP., M.Si., menyampaikan apresiasi atas penerimaan jajaran Pemkab Barru yang dinilainya terbuka dalam berbagi pengalaman.

Ia menjelaskan, kunjungan tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran langsung mengenai pelaksanaan layanan 112. Pasalnya, layanan panggilan darurat tersebut belum diterapkan di Kabupaten Gowa.

“Kami ingin mendapatkan gambaran dari Kabupaten Barru karena kami sendiri di Kabupaten Gowa belum mengadakan layanan ini,” ujarnya.

Menurut Emy, pengalaman Barru menjadi bahan pembelajaran, terutama mengenai tahapan awal penerapan, kendala yang mungkin dihadapi, hingga mekanisme pengelolaan laporan masyarakat.

BACA JUGA :  Pemkab Barru Raih Penghargaan Nasional atas Komitmen Transformasi Pendidikan

Dukungan pemerintah daerah juga menjadi salah satu hal yang turut dipelajari. Menurutnya, keberadaan layanan publik berbasis teknologi membutuhkan dukungan pimpinan, baik dari sisi kebijakan, anggaran maupun pengelolaan pelayanan.

Dalam diskusi, rombongan Kominfo Gowa juga menyoroti kemungkinan keterkaitan layanan 112 dengan aplikasi pengaduan masyarakat yang telah tersedia. Pembahasan tersebut diarahkan untuk melihat peluang integrasi berbagai kanal pengaduan agar masyarakat memperoleh akses pelayanan yang lebih efektif dan terhubung.

Aspek teknis layanan turut menjadi bahan pembahasan, mulai dari penerimaan laporan, distribusi laporan kepada perangkat daerah atau instansi terkait, hingga pemantauan proses penyelesaiannya.

“Kalau layanan 112 ini memang fokus, kita bisa mendapatkan gambaran bahwa layanan ini memiliki tracking, sehingga dapat terlihat berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu laporan atau pengaduan,” jelasnya.

Emy berharap hasil studi tiru tersebut dapat menjadi referensi bagi Pemkab Gowa dalam mempersiapkan penerapan layanan 112. Pertukaran pengalaman itu juga diharapkan memperkuat komunikasi dan koordinasi kedua daerah dalam mengembangkan inovasi pelayanan publik berbasis digital.

BACA JUGA :  Guru MDTA Barru Dapat Insentif, Bupati Harap Kualitas BTQ Meningkat

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan dilanjutkan dengan diskusi serta berbagi pengalaman antara jajaran Dinas Kominfo-SP Kabupaten Barru dan Dinas Kominfo Kabupaten Gowa.

Turut hadir Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Gowa Hj. Emy Pratiwi Luthfy, S.IP., M.Si., para kepala bidang beserta staf Kominfo Kabupaten Gowa, serta para kepala bidang Kominfo-SP Kabupaten Barru.

Comment