BARRU, LENSAMERDEKA.COM – Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari mendukung rencana pelaksanaan Kemah Bakti Lingkungan Hidup Sulawesi Selatan 2026 yang akan dipusatkan di kawasan Lojjie, Desa Bojo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru. Kegiatan ini direncanakan menjadi wadah kolaborasi berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, termasuk melalui aksi penanaman pohon.
Dukungan tersebut disampaikan Andi Ina saat menerima audiensi panitia pelaksana Kemah Bakti Lingkungan Hidup Sulawesi Selatan 2026 di Rumah Jabatan Bupati Barru, Rabu (30/9/2026). Pertemuan itu juga membahas rencana peringatan Milad ke-30 Lembayung Indonesia Sulawesi Selatan yang akan dirangkaikan dengan kegiatan tersebut.
Kemah bakti direncanakan berlangsung pada Oktober 2026. Namun, jadwal pelaksanaan secara pasti masih dalam pembahasan dan akan ditetapkan kemudian.
Dalam audiensi itu, panitia menyampaikan sejumlah rencana kegiatan, termasuk penanaman pohon sebagai salah satu agenda utama. Aksi tersebut diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam mendukung penghijauan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam.
Bupati Barru menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, keterlibatan komunitas dan berbagai unsur masyarakat diperlukan agar upaya pelestarian lingkungan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi tumbuh menjadi gerakan bersama.
“Pelestarian lingkungan membutuhkan kolaborasi dan keterlibatan semua pihak. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan,” ujar Andi Ina.
Penanaman Pohon Jadi Agenda Kemah Bakti Lingkungan
Andi Ina menilai, kegiatan seperti Kemah Bakti Lingkungan Hidup dapat menjadi ruang pertemuan bagi pemerintah, komunitas, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan warga untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan secara berkelanjutan.
Menurutnya, kegiatan penanaman pohon tidak hanya berorientasi pada penghijauan secara fisik, tetapi juga dapat menjadi sarana menumbuhkan kebiasaan menjaga alam. Kesadaran tersebut penting agar upaya pelestarian lingkungan dapat terus berlanjut setelah kegiatan selesai.
Kawasan Lojjie di Desa Bojo, Kecamatan Mallusetasi, dipilih sebagai lokasi kegiatan yang direncanakan. Pelaksanaan kemah bakti di kawasan tersebut diharapkan turut mendorong perhatian terhadap potensi wilayah serta pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan di Kabupaten Barru.
Rencana kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mempertemukan berbagai pihak dalam satu agenda yang memiliki tujuan bersama. Dengan keterlibatan pemerintah daerah, organisasi lingkungan, komunitas, dan unsur masyarakat lainnya, aksi penghijauan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pihak dan menumbuhkan partisipasi publik.
Ketua Panitia Kemah Bakti Lingkungan Hidup Sulsel, Muhammad Ramli Kadir, S.Hut., M.M., hadir menyampaikan rencana pelaksanaan kegiatan bersama jajaran panitia dan pihak terkait.
Kemah Bakti Lingkungan Hidup Sulawesi Selatan 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperingati 30 tahun kiprah Lembayung Indonesia Sulawesi Selatan sekaligus memperluas gerakan kepedulian lingkungan melalui kegiatan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Audiensi tersebut turut dihadiri Seksi Acara CV Lembayung Indonesia Hamza Ego, Sekretaris Annisa Isriani Iskandar, S.E., M.M., Koordinator CV Lembayung Baharuddin Lopa, Daut, S.Hut., dari UPTD KPH Ajatappareng, Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Fadli Zulfakar, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Fariadi Abujahja, M.M., Kepala Dinas Perikanan H. Muh. Usuluddin, S.T., M.Si., Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Muh. Yusuf, serta Kabid Penataan dan Penataan Nurhayati.
Melalui rencana kegiatan ini, kolaborasi antara pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat diharapkan dapat memperkuat kepedulian terhadap lingkungan serta mendorong aksi pelestarian alam yang berkelanjutan di Kabupaten Barru.

Comment