Arfan Hashif, Bocah Barru yang Tembus Turnamen Internasional ke Malaysia

BARRU, LENSAMERDEKA.COM – Dari lapangan sepak bola di Takkalasi, Kabupaten Barru, sebuah mimpi besar mulai tumbuh. Namanya Arfan Hashif, bocah kelahiran 6 Agustus 2017 yang kini berusia 9 tahun dan perlahan menorehkan jejak di dunia sepak bola usia dini.

Arfan merupakan santri MIS DDI Takkalasi, duduk di kelas 3B. Di luar sekolah, sebagian besar waktunya dihabiskan untuk mengejar bola. Ia tumbuh bersama SSB Wija Ramang Madello Kabupaten Barru di bawah asuhan Coach Saharuddin dan Gustav Khaeruddin.

Putra pasangan Zaenudin dan Sri Rahayu Abidin itu mulai mengenal sepak bola sejak usia 4 tahun. Setahun kemudian, tepatnya pada usia 5 tahun, Arfan mulai bergabung dengan SSB Wija Ramang.

Dari lapangan lokal itulah perjalanan panjangnya dimulai.

Kelincahan Arfan saat mengolah bola kemudian menarik perhatian pemantau bakat dari Parepare. Saat usianya menginjak 6 tahun, ia mendapat kesempatan bergabung dengan Golden Warrior Parepare.

Kesempatan tersebut langsung dimanfaatkannya. Bersama Golden Warrior Parepare, Arfan tampil di Louruhu Cup I Maros dan berhasil membawa timnya menjadi juara.

Prestasi tersebut menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan Arfan. Permainannya mulai diperhatikan sejumlah pelatih dari luar daerah. Kelincahan dan keberaniannya menghadapi pemain lain yang lebih berpengalaman membuat namanya semakin dikenal di level sepak bola usia dini.

BACA JUGA :  Putra Siga Lolos ke Final Bupati Cup Barru 2025, Rambo FC Tumbang di Adu Penalti

Memasuki usia 7 tahun, Arfan kembali menunjukkan kemampuannya. Ia tampil pada HPL Cup I kategori usia 9 tahun dan membawa timnya meraih posisi ketiga.

Sejak saat itu, panggilan untuk memperkuat tim dari luar daerah semakin sering datang.

Dari Barru, Menjelajah Berbagai Turnamen

Arfan kemudian memperkuat sejumlah tim dalam berbagai turnamen di Sulawesi Selatan dan sekitarnya. Ia tercatat meraih sejumlah prestasi bersama SSB Wija Ramang Barru maupun tim-tim lain yang mengajaknya bermain.

Di antaranya, juara pertama futsal antarsekolah dasar se-Kabupaten Barru sekaligus meraih penghargaan Best Young Player.

Bersama SSB Wija Ramang Barru, Arfan juga meraih juara ketiga Budi Sudarsono Cup I, juara ketiga Tamalanrea Cup I, serta juara ketiga HPL Cup I.

Ia juga memperkuat Palaloi FC pada Kemenpora Cup Sidrap dan membawa tim meraih posisi ketiga.

Perjalanan Arfan tidak berhenti di Barru.

Ia kembali menjadi bagian dari Golden Warrior Parepare dan meraih juara pertama Louruhu Cup I Maros. Setelah itu, ia turut memperkuat SSB Spartan Jeneponto pada Saling Jaga Soccer Championship Regional Sulawesi Selatan.

Di turnamen tersebut, Arfan dan timnya keluar sebagai juara pertama. Penampilan individunya juga mendapat penghargaan Best Player.

BACA JUGA :  Bupati Barru Pastikan Fasilitas Siap untuk Latihan PSM Makassar

Prestasi itu membuka kesempatan yang lebih besar. Arfan mendapat kesempatan mewakili Makassar ke Jakarta dan menjadi salah satu putra Barru yang bergabung dalam tim yang membawa nama Sulawesi Selatan.

Selangkah Lagi Menuju Malaysia

Perjalanan Arfan kemudian berlanjut bersama sejumlah SSB dari berbagai daerah.

Bersama SSB Garuda Sakti Pinrang, ia menjadi runner-up Makassar Super Cup. Tim yang sama kemudian menjuarai ITC Road to Malaysia Regional Makassar, dengan Arfan kembali dinobatkan sebagai pemain terbaik.

Ia kemudian memperkuat SSB Bintang Muda Parepare dan meraih juara pertama Turnamen Bola Riase Cup Sidrap serta juara pertama ITC Road to Malaysia Regional Polman.

Bersama SSB Wija Ramang Barru, Arfan juga membantu tim meraih juara ketiga Soccer for Equality Road to Bogor.

Prestasi lainnya datang ketika ia memperkuat SSB Anging Mammiri pada GEAS Road to Pekansari U-9. Timnya keluar sebagai juara kedua, sementara Arfan kembali meraih penghargaan sebagai pemain terbaik.

Bersama Garuda Sakti Pinrang, Arfan kemudian kembali mencatat prestasi dengan membawa tim menjadi juara pertama R57 Mini Soccer.

Namun, pencapaian terbesar sejauh ini datang melalui ITC Seri Nasional Road to Malaysia yang digelar di Sidrap.

BACA JUGA :  Dari Lapangan Asangkari Madello, Semangat Sepak Bola Kembali Menyala

Turnamen tersebut diikuti 24 tim dari berbagai daerah di Indonesia Timur. Bersama Golden Warrior Parepare, Arfan berhasil membawa timnya menjadi juara pertama.

Hasil tersebut sekaligus membuka jalan bagi Arfan dan rekan-rekannya untuk membawa nama Indonesia ke Kuala Lumpur, Malaysia.

Bagi seorang anak yang memulai langkah dari lapangan sepak bola di Takkalasi, kesempatan tersebut menjadi pencapaian yang tidak kecil.

Perjalanan Arfan juga menunjukkan bahwa pembinaan sepak bola usia dini tidak selalu harus dimulai dari kota besar. Dari SSB Wija Ramang Madello di Barru, ia mendapatkan ruang untuk belajar, bertanding dan mengembangkan kemampuannya.

Di balik sederet trofi dan penghargaan individu, masih ada perjalanan panjang yang harus dilalui Arfan. Usianya baru 9 tahun. Pendidikan tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut, seiring mimpi yang terus ia kejar di lapangan.

Kini, langkahnya membawa nama Barru semakin jauh.

Dari Takkalasi, dari lapangan SSB Wija Ramang, Arfan Hashif bersiap menghadapi pengalaman baru di Kuala Lumpur bersama rekan-rekannya.

Sebuah perjalanan yang bermula dari kecintaan seorang anak terhadap sepak bola dan perlahan berkembang menjadi kesempatan untuk membawa nama Barru dan Indonesia ke panggung yang lebih luas.

Comment