BARRU, LENSAMERDEKA.COM – Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari mengukuhkan empat asosiasi peternakan dalam rangka Bulan Bakti Hari Peternakan dan Kesehatan Hewan Nasional ke-190 Tahun 2026 tingkat Kabupaten Barru. Pengukuhan yang berlangsung di Baruga Singkeru Adae, Kamis (17/9/2026), menjadi langkah memperkuat kelembagaan peternak sekaligus mendorong pengembangan usaha peternakan yang lebih profesional dan mandiri.
Mengusung tema “Melalui Asosiasi, Peternakan Kuat dan Mandiri Menuju Barru Sejahtera”, kegiatan ini mempertemukan pemerintah daerah, pelaku usaha, peternak, dan pehobi untuk membangun kolaborasi dalam mengembangkan potensi peternakan di Kabupaten Barru.
Empat asosiasi yang dikukuhkan yakni Asosiasi Ternak Sapi Nusantara, Asosiasi Peternak Kambing Barru Sejahtera, Asosiasi Unggas Jaya Barru, serta Asosiasi Kicau Mania.
Dalam sambutannya, Andi Ina mengapresiasi inisiatif Dinas Peternakan Kabupaten Barru yang memfasilitasi pembentukan asosiasi sebagai wadah menyatukan visi, kepentingan, dan langkah para pelaku peternakan.
Ia berharap asosiasi yang terbentuk tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu menghasilkan kontribusi nyata bagi kemajuan usaha peternakan dan peningkatan ekonomi masyarakat.
“Harapan saya, pengukuhan ini jangan hanya menjadi seremoni sesaat. Seluruh asosiasi yang baru saja dikukuhkan tentunya bisa bersama-sama dan bersatu untuk mengembangkan peternakan agar menjadi lebih baik, baik yang berawal dari hobi maupun yang menjadi usaha Bapak dan Ibu semuanya,” ujar Andi Ina.
Dinas Peternakan Didorong Hadirkan Manfaat Nyata
Bupati menegaskan, sektor peternakan merupakan salah satu potensi daerah yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah perlu hadir melalui kebijakan, pendampingan, dan kolaborasi dengan para pelaku usaha.
Menurut Andi Ina, pembentukan Dinas Peternakan sebagai organisasi perangkat daerah tersendiri merupakan bagian dari upaya memperkuat perhatian pemerintah terhadap sektor tersebut.
“Pembentukan Dinas Peternakan bukan hanya karena gaya-gayaan, tetapi tujuannya adalah bagaimana pemerintah turut hadir dan punya andil dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita, khususnya dalam bidang peternakan,” jelasnya.
Ia menyebut Barru memiliki beragam potensi, mulai dari pertanian, sumber daya laut, sumber daya alam, hingga peternakan. Pengembangan potensi itu membutuhkan kerja sama berbagai pihak, termasuk peternak, pelaku usaha, perbankan, dan pemerintah.
Andi Ina juga meminta empat asosiasi yang baru dikukuhkan agar menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung program pembangunan, terutama untuk meningkatkan produktivitas dan memperkuat kemandirian usaha peternakan.
“Jadilah mitra strategis bagi pemerintah. Mari kita bergerak bersama, bersinergi dan berkolaborasi untuk membangun sektor peternakan yang semakin maju,” ajaknya.
Empat Asosiasi sebagai Satu Ekosistem Peternakan
Sebelumnya, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Barru, A. Muhammad Nur, S.Sos., M.M., menjelaskan bahwa pengukuhan asosiasi didahului sejumlah kegiatan untuk memperluas wawasan dan menyamakan persepsi para pelaku sektor peternakan.
Kegiatan tersebut meliputi seminar sehari bidang peternakan serta peningkatan wawasan dan kunjungan terkait berbagai komoditas, seperti ayam petelur, ayam kampung, puyuh, dan komoditas peternakan lainnya.
Menurut A. Muhammad Nur, rangkaian kegiatan itu merupakan bagian dari upaya membangun langkah bersama dalam mengembangkan peternakan di Barru. Peringatan Hari Peternakan dan Kesehatan Hewan Nasional ke-190 juga menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan pembangunan peternakan dan kesehatan hewan di Indonesia.
Ia menggambarkan empat asosiasi yang dikukuhkan sebagai bagian dari ekosistem yang saling terhubung. Setiap asosiasi diharapkan mampu mengorganisasi anggotanya sesuai bidang masing-masing sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam mengelola usaha secara profesional.
“Harapan ke depan, persoalan ternak ini diurus secara profesional, lebih efektif dan efisien, untuk menuju kepada suatu lembah harapan, lembah yang menjadi cita-cita kita bersama dan cita-cita para pemilik ternak,” tuturnya.
Pengukuhan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan kelembagaan peternak di Barru. Melalui asosiasi, para pelaku diharapkan memiliki ruang yang lebih kuat untuk bertukar pengetahuan, membangun kemitraan, dan memperjuangkan pengembangan usaha sesuai bidang masing-masing.
Kegiatan ditutup dengan prosesi pengukuhan empat asosiasi oleh Bupati Barru. Hadir dalam kegiatan tersebut Manager Marketing Plan PT Malindo Feedmill Amrullah, Sekretaris Daerah Kabupaten Barru, staf ahli bupati, para asisten, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan BAZNAS, Ketua KTNA, tim kerja penyuluh Kabupaten Barru, serta para pengurus dan anggota asosiasi peternak.

Comment